Minahasa – Kesadaraan masyarakat pemilik kendaraan bermotor di Kabupaten Minahasa dalam melunasi pajak kendaraan nampaknya masih kurang. Hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya kendaraan bermotor yang terdaftar di UPTD Samsat Tondano masih menunggak pajak.
Menurut Kepala UPTD Samsat Tondano, Drs Ferdinand Sumarauw MSi, ketika ditemui Cybersulutnews.co.id, Rabu (25/02) mentakan, hingga akhir Desember 2014 lalu, tercatat masih Rp 8 Miliar piutang pajak kendaraan bermotor di Minahasa yang belum dilunasi masyarakat.
“Piutang hingga akhir tahun 2014 lalu masih mencapai sekitar Rp 8 Miliar dari 18.000 kendaraan roda dua dan roda empat yang terdaftar di UPTD Samsat Tondano atau wilayah Kabupaten Minahasa. Dari 18.000 kendaraan bermotor ini penunggak pajak didominasi kendaraan roda dua,” terang Sumarauw.
Terkait piutang ini, menurut Sumarauw, pihaknya telah melakukan sejumlah upaya seperti sweping di sejumlah SPBU dan pendekatan dengan masyarakat serta memberikan sosialisasi sekaligus membangun sinergitas dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa melalui Camat, Lurah dan Hukum tua.
“Hasilnya, wajib pajak yang menunggak yang melakukan pembayaran di tahun 2014 lalu meningkat sampai 40 persen meski piutang tetap masih cukup banyak. Kesadaran masyarakat membayar pajak kendaraan ini sebenarnya untuk optimalisasi bagi hasil pajak dengan Minahasa dari Pemerintah Provinsi, sehingga masyarakat diajak untuk bekerjasama meningkatkan kesadaran membayar pajak yang semuanya akan berdampak pada pembangunan sarana publik di Minahasa,” terang Sumarauw, sembari menambahkan, Kecamatan Tondano Barat dan Tondano Selatan merupakan Kecamatan terbanyak yang menunggak.
Sementara, tahun 2015 ini, UPTD Samsat Tondano memiliki target pendapatan sebesar Rp 52 Miliar, sudah termasuk sisa piutang Rp 8 Miliar di tahun 2014 lalu, dengan target bulanan mencapai Rp 4,4 Miliar per bulan. Pada Januari 2015, pendapatan Samsat telah mencapai Rp 4,7 Miliar, sedangkan per tanggal 21 Februari 2014 sudah mencapai Rp 3,7 Miliar.
“Realisasi pendapatan tahun 2014 lalu mencapai 102 persen dari target sekitar Rp 51 miliar. Tahun diharapkan juga mampu mencapai target yang sudah termasuk piutang sebesar Rp 8 Miliar. Karena dengan demikian bagi hasil pajak dengan Kabupaten Minahasa akan maksimal dan pembangunan akan berjalan maksimal,” ujarnya.(fernando lumanauw)























