Komitmen Mengendalikan Inflasi Daerah, Asparindo Diapresiasi BI Sulut

Manado – Asparindo Korwil Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara dan Papua Barat Daya mengunjungi Kantor Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara, Senin (26/8/2025) siang.

Asparindo datang dipimpin akuntan Alfrets F Keintjem, SE, dan didampingi Team Pakar DR IR Charles Ngangi, MS (Dosen Pertanian Unsrat), dan Drs Edwin Kindangen, Msi (Kadis Perdagangan Sulut tahun 2022).

Kunjungan di Kantor Bank Indonesia mendapat apresiasi Kepala BI Sulut Joko Supratikto dan Deputi serta team Bank Indonesia.

Apresiasi itu berkaitan dengan tekad Asparindo Sulut yang ingin berkolaborasi kerja untuk mengendalikan inflasi di daerah.

“Kami memberikan apresiasi kepada Asparindo yang menyatakan tekadnya mengendalikan inflasi dengan pola dan program kerjanya. Tentu ini sebuah bentuk dukungan yang luar biasa dari Asparindo Sulut,” ungkap Kepala Perwakilan BI Sulut Joko Supratikto.

Dalam kesempatan tersebut Joko menyampaikan akan men-support kegiatan dari Asparindo Sulut lewat berbagai skim bantuan sperti Bantuan Bibit, Pupuk, Tractor, dan alat pertanian lainnya, tapi harus melalui Kelompok2 Tani yang ada dibawah Binaan Asparindo Sulut.

Sementara itu, Dr Charles Ngangi yang mewakili Asparindo menyampaikan program kerja yang berhubungan dengan upaya untuk pengendalian inflasi di Sulawesi Utara khususnya Barito (Bawang, Rica, Tomat) yang selama ini menjadi penyumbang inflasi terbesar di Sulawesi Utara.

“Asparindo juga menyampaikan langkah-langkah yang sudah dilakukan selama tahun 2025 dalam rangka membantu pemerintah propinsi Sulawesi Utara untuk pengendalian Inflasi, seperti melakukan pendampingan di lahan 7 hektar di Desa Taratara Kota Tomohon, untuk menanam Cabai kriting dan Tomat,” jelas Ngangi.

Asparindo Sulut bekerja sama dengan Team Penggerak PKK Propinsi Sulawesi Utara menyalurkan bibit rica di polibag khusus untuk PNS di Lingkungan Propinsi Sulawesi Utara.

Itu sesuai dengan edaran dari Gubernur Sulut agar PNS dapat menjadi contoh dan teladan dalam pengendalian Inflasi di Sulut.

Serta pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan produktif di Desa Tampusu Kecamatan Remboken Minahasa.

“Kami berterima kasih atas waktu yang sudah diterima oleh Bank Indonesia di pimpin oleh Kepala BI. Tekad kami ada membantu pemerintah memperkuat ketahanan pangan dan menjaga inflasi daerah,” ungkap akuntan Ferry Keintjem.

Asparindo diminta Bank Indonesia dapat menjadi mitra aktif dalam pengendalian inflasi di Sulut dengan membantu mengawasi kelompok Tani yang nantinya akan mendapatkan bantuan seperti di atas, agar supaya bantuan yang diberikan dapat diteruskan kepada kelompok tani yang lain, secara berkelanjutan dan berkesinambungan.

Charles Ngangi yang tampil sebagai Dewan Pakar di Asparindo Sulut menyampaikan akan mengawasi mulai dari Kesiapan Lahan, Pemilihan Bibit Rica Lokal (Remboken) yang terbaik, serta penanaman, pemupukan, pencegahan hama sampai Panen, ini adalah bagian dari Kolaborasi antara Asparindo dengan Consultan Pangan CN-FK yang dipimpin oleh DR Charles Ngangi.

Sebelum pertemuan diakhiri Drs Edwin Kindangen juga menyampaikan pengalaman sebagai Kadis Perdagangan yaitu saat ini harus dimulai dengan langkah2 kecil untuk membantu Pemerintah Propinsi Sulawesi Utara dalam pengendalian Inflasi khususnya Barito, dimana kebutuhan Rica setiap hari sekitar 25 ton, dan yang bisa disupply dari Sulut hanya sekitar 20%-25%.

Tinggalkan Balasan