Manado – Tuntas sudah perjuangan tim olahraga Sulut di ajang PON XIX Jawa Barat (Jabar) 2016 yang berlangsung sekitar 2 pekan ini.
Raihan total 9 medali, yakni 1 emas dan 8 perunggu menjadi prestasi kontingen kebanggaan Nyiur Melambai di ajang event empat tahunan kali ini.
Adapun medali emas diraih dari cabang bridge campuran (mix) lewat pasangan Sartje Pontoh-Stevanus Soepeno. Sedangkan 8 perunggu disumbangkan, masing-masing Cabor bridge 2 medali, taekwondo 2, tinju 2, voli putri 1 dan selam 1.
Dengan demikian Sulut dipastikan finis di peringkat ke 31 pada PON kali ini, sebab peluang menambah mendali dipastikan tertutup, dengan berakhirnya pertandingan dari total 26 cabor yang diikuti hingga Rabu (28/09).
Modal Rp 17 miliar yang dikucurkan dari APBD 2016 rupanya belum mampu mengangkat prestasi di ajang PON ini. Bandingkan dengan PON Riau 2012 lalu dengan modal Rp 7 miliar merebut 6 emas, 6 perak dan 8 perunggu dengan menempati peringkat 14 di klasemen akhir.
Faktor pindahnya sejumlah atlet muda potensial Sulut ke daerah lain, menjadi penyebab utama menurunnya prestasi olahraga kita kali ini.
Hal ini pun memang telah tersirat dari pernyataan Gubernur Olly Dondokambey SE serta Wagub Drs Steven OE Kandouw, saat pelepasan kontingen Sulut lalu. Keduanya tak mematok target khusus di ajang PON ini. “Tak ada target khusus, yang terpenting adalah pembinaan ke depan,” kata Gubernur saat pelepasan tim PON lalu.
Kepada wartawan, terkait prestasi di PON kali ini, Gubernur juga mengungkap hal yang sama. “Target kita adalah untuk pembinaan atlet-atlet muda untuk PON mendatang,” ungkap Gubernur singkat.
Sementara itu sejumlah atlet Sulut yang kini pindah ke daerah lain, punya hasrat untuk kembali memperkuat Sulut. “Saya siap kembali memperkuat Sulut di PON nanti, yang penting kesejahteraan atlet harus diperhatikan,” ungkap pebiliar handal asal Sulut Ramli Harjan, yang telah memperkuat Jatim sejak PON Riau 2012 lalu.
Sedangkan pebiliar handal James Liku Lengkang, yang telah menyumbangkan 3 medali emas secara beruntun untuk Papua sejak PON Kaltim 2008 hingga terakhir untuk nomor satu ban biliar di PON Jabar kali ini, mengaku belum dapat menentukan sikapnya.
“Saya tak terikat dengan Papua, setelah PON ini,” ungkap Liku, yang enggan memberikan komentar saat ditanya kemungkinan akan memperkuat Sulut di PON berikutnya yang rencananya akan berlangsung di Papua 2020 nanti.


























