Manado – Sebuah momen langka dan penuh inspirasi terjadi di Aula Mapalus, Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Jumat (28/11/2025).
Ratusan lansia yang selama ini aktif mengikuti ‘Sekolah Lansia’ resmi diwisuda dalam sebuah upacara yang dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Sulut, Victor Mailangkay.
Acara ini bukan sekadar seremoni biasa, melainkan simbol semangat belajar sepanjang hayat yang membuktikan bahwa usia lanjut bukan penghalang untuk terus berkarya dan berkembang.
Para wisudawan lansia mengenakan toga dan menerima ijazah serta piagam satu per satu, lengkap dengan prosesi lagu kebangsaan dan doa, seperti upacara wisuda pada umumnya.
Keunikan inilah yang menjadi perhatian sekaligus simbol penghormatan besar terhadap kontribusi dan semangat para lansia di daerah ini.
Dalam sambutannya mewakili Gubernur Yulius Selvanus, Wagub Mailangkay menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia Sulut yang inklusif, khususnya dalam mendukung program Bangga Kencana.
Ia menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam meningkatkan kualitas hidup lansia agar mereka tetap produktif dan berdaya guna secara sosial maupun ekonomi.
Sulut sendiri tercatat memiliki 37 Sekolah Lansia yang tersebar di seluruh kabupaten/kota, dengan persentase penduduk lansia mencapai 12,8 persen—menempatkan provinsi ini dalam lima besar nasional dengan jumlah lansia terbanyak.
Kepala Perwakilan BKKBN Sulut, dr. Jeanny Yola Winokan, menjelaskan bahwa program ini juga berfokus pada penguatan kemandirian sosial, mental, spiritual, serta pola hidup sehat untuk para lansia.
Salah satu wisudawan yang mendapat ijazah pertama kalinya dalam hidupnya mengaku bangga dan terharu.
“Kami belajar banyak, seperti cara mencegah pikun dan menjaga kesehatan, sembari tetap aktif berinteraksi dan berbagi dengan sesama lansia,” ujarnya.
Acara ini juga dirangkaikan dengan peluncuran Sekolah Lansia Wredatama yang menjadi bukti nyata komitmen pemerintah Sulut untuk terus membuka ruang bagi lansia agar tetap berkontribusi dalam masyarakat secara produktif dan bermartabat.
Wagub Victor Mailangkay mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat program ini dengan memperluas akses hingga pelosok kabupaten/kota, meningkatkan kualitas pelatihan, serta melibatkan keluarga dan komunitas secara aktif.
Dengan strategi tersebut, lansia tidak hanya menjadi penerima manfaat, tapi juga penggerak pembangunan sosial di Sulut.





















