Minahasa – Mobil Ambulans milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa yang di peruntukkan bagi setiap Puskesmas di Minahasa untuk pelayanan terhadap masyarakat yang sakit diduga kerap digunakan tak sesuai peruntukkan atau sering digunakan secara pribadi.
Hal ini dibuktikan dengan sejumlah kasus dan laporan masyarakat yang kerap membutuhkan mobil Ambulance milik pemerintah ini namun harus kecewa karena kendaraan ini sering tak stand by ditempat.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Minahasa, dr Yuliana Kaunang MKes, ketika ditemui Cybersulutnews.co.id, Jumat (24/04/2015), mengaku kecewa dengan sejumlah laporan masyarakat ini, dimana mobil Ambulance yang ditempatkan di setiap Puskesmas yang tersebar di Kabupaten Minahasa, kerap digunakan tak sesuai peruntukkan.
“Mobil Puskesmas itu harus digunakan sesuai peruntukkannya, jangan digunakan untuk kepentingan pribadi karena mobil itu khusus mobil pasien,” tandas Kaunang.
Dirinya pun kemudian meminta masyarakat di Minahasa dapat segera melaporkan ke pihaknya bila ada kendaraan Ambulance yang digunakan secara pribadi dan menelantarkan pasien saat diperlukan.
“Untuk itu saya menegaskan kepada seluruh Kepala Puskesmas di Minahasa yang Puskesmasnya ada mobil Ambulance agar tidak seenaknya menggunakan kendaraan ini tidak sesuai peruntukkan, bila ditemukan ada kasus Ambulance digunakan secara pribadi atau tak sesuai peruntukkan dan karena juga ada laporan masyarakat maka kami akan memberikan penindakan tegas,” tandas Kaunang lagi.
Sementara, beberapa waktu sebelumnya, di Puskesmas Kawangkoan sempat terjadi kericuhan akibat kekecewaan masyarakat yang tat kala membutuhkan Ambulance namun tak ada ditempat.
“Di Puskesmas Kawangkoan memang ada laporan masyaraat yang kecewa karena waktu ada peristiwa kecelakaan dan pasien yang dilarikan ke Puskesmas harus dirujuk ke rumah sakit, mobil Ambulance tidak ada ditempat sehingga masyarakat khususnyakeluarga korban sempat marah dan sempat membuat keributan. Ini harus menjadi pengalaman berarti sehingga kedepan jangan sampai terulang lagi dan saya atas nama pemerintah juga memohon maaf kepada masyarakat akan hal ini,” ujar Kaunang.(fernando lumanauw)




















