Pdt Lucky Sariowan Sedih dengan Perilaku Negatif Generasi Muda

Tak Berkategori

MASALAH generasi muda adalah hal yang menarik untuk dibicarakan dan penting untuk mendapat perhatian khusus, karena generasi muda adalah generasi penerus bangsa dan gereja. 

       

Menanggapi soal tersebut, Pdt Lucky Sariowan mengungkapkan, generasi muda kita terjebak dua hal yang mempengaruhi perilaku negatif mereka, yakni pertama terkait pada materialis yaitu generasi kita lebih memikirkan hal-hal kesenangan diri dan bukannya hal-hal rohani yang menjadi prioritas tapi hal-hal yang terkait pada pemuasan jasmani. Kedua mengenai kebebasan yang kurang terkontrol.


Sehingga kata Sariowan, salah satu dampaknya banyak generasi muda sekarang yang kawin di usia muda dan di Sulawesi Utara khususnya kota Manado yang jumlahnya cukup tinggi. 


“Ini karena kurangnya pengawasan orang tua, banyak orang yang kawin muda ini ternyata karena Married By Accident atau hamil duluan baru nikah dan usia mereka umumnya di bawah umur 20 tahun. Dan saya punya data terkait hal tersebut,” katanya.


Lanjutnya, penyebab semua masalah generasi muda tersebut diatas karena krisis kepemimpinan, krisis ini bukan hanya terjadi di lini pemerintahan tapi sudah menyentuh pada lini yang lebih kecil yaitu keluarga. “Seperti yang saya sampaikan pada acara garis depan kemarin, bahwa kalau figur seorang pemimpin keluarga sudah kehilangan figur bapak yang baik, maka hancurlah generasinya. Juga pihak gereja harus ikut memperhatikan masalah ini, gereja harus terbuka untuk permasalahan umat. Gereja-gereja besar jangan terjebak pada kemapanan sebab banyaknya jumlah jemaat sehingga jangan kehilangan idialis panggilan dalam gereja. Gereja harus berpikir global karena figur pemimpin spiritual ikut menentukan keadaan generasi kita,” jelas pria kelahiran 2 September 1970 ini.


“Saya sedih melihat fenomena pergaulan generasi muda kita, dan ini harus disikapi serius oleh gereja dan pemerintah,” ucap pria yang mempunyai hobby membaca dan olah raga ini.

Tinggalkan Balasan