by

Pemilih Sulut Terbukti Rasional, Memilih Karena Rekam Jejak dan Visi Misi

Manado – Pemilih Sulawesi Utara mayoritas adalah pemilih rasional karena memiliki literasi (kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis) yang tinggi.

Berdasarkan fakta empirik pemilih di daerah Nyiur Melambai selalu mengesampingkan isu primordial dan lebih mendasarkan pilihan pada gagasan, program, pengalaman kerja dan integritas calon.

Pengamat Politik jebolan FISIP UGM, Taufik Tumbelaka membeber pada pemilihan Presiden tahun 2014 dan 2019, di daerah Sulawesi Utara pemenangnya adalah Jokowi yang mengusung Nawacita mengalahkan Prabowo yang memiliki garis keturunan Minahasa.

Sama halnya dengan dengan Pemilihan Umum Kepala Daerah. Pada Pilkada tahun 2015 dan 2020, Olly Dondokambey dan Steven Kandouw dipilih mayoritas warga Sulut karena visi misi dan program yang pro rakyat.

Fakta selanjutnya adalah ketika Andrei Angow yang merupakan representatif dari kaum minoritas, keturunan Tionghoa dan beragama Konghucu ternyata bisa dipilih oleh mayoritas warga Manado menjadi Walikota.

“Fakta-fakta ini yang menguatkan argumentasi bahwa pemilih Sulut merupakan pemilih rasional dan tidak terbawa isu premordial, Pemilih tidak lagi terkesan dengan latar belakang etnis atau suku tertentu, tetapi juga mempertimbangkan program hingga pengalaman kerja,” ujarnya.

Dengan fakta munculnya figur tanpa mengenal latar primordial seperti asal kedaerahan, agama, suku dan lainnya di Sulut, maka ia memprediksi Pemilu 2024 khususnya pemilihan Presiden dan Wakil Presiden akan dimenangkan oleh figur yang memiliki integritas dan akseptabilitas. Karena pemilih Sulut akan memilih karena rekam jejak, program, gagasan dan kredibilitas calon.

Adapun, pemilih luar negeri yang juga merupakan representasi pemilih rasional lebih memilih pasangan Ganjar-Mahfud (Gama) berdasarkan hasil sementara Exit poll.

Exit poll hasil pencoblosan Pemilihan Umum (Pilpres) 2024 di luar negeri beredar luas di media sosial (medsos), satu di antaranya dirilis oleh www.pemilumelbourne.com.

Sejumlah exit poll di luar negeri untuk Pilpres 2024 dimenangkan oleh pasangan calon (paslon) nomor urut 03, Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Berdasarkan hasil exit poll sementara di Melbourne, Australia, Ganjar-Mahfud beroleh 56,7 persen suara, mengalahkan pasangan Anies-Muhaimin (32,9 persen) dan Prabowo-Gibran (10,4%).

Pasangan Ganjar-Mahfud juga menang pada exit poll pemilihan di Amerika Serikat (AS). “Berdasarkan perhitungan exit poll yang kami terima, Ganjar-Mahfud unggul sangat telak di beberapa negara, seperti Australia dan Amerika Serikat,” kata Direktur Eksekutif Komunikasi, Informasi, dan Juru Bicara TPN Tomi Aryanto dalam keterangannya, Senin 12 Februari 2024.

Di New York, Amerika Serikat, paslon nomor urut 3 Ganjar-Mahfud juga mendapat suara 40,4 persen. Diikuti pasangan nomor urut 01, Anies Rasyid Baswedan-Abdul Muhaimin Iskandar 38,2 persen, dan paslon 02 Prabowo-Gibran meraup 21,4 persen suara.

Tomi menekankan, TPN Ganjar-Mahfud akan terus menjaga dan mengawal bersama suara dan hasil pemilihan WNI yang berada di luar negeri ini. Hal ini agar suara WNI yang berada di mancanegara aman serta benar-benar sesuai dengan aspirasi yang telah diberikan para pemilih.

“Kita berharap KPU, Bawaslu dan seluruh perangkat yang terlibat dalam pemilihan ini akan bekerja profesional dan netral, sesuai peraturan yang ada,” katanya. Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri, sebagian telah menyalurkan hak pilihnya untuk pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif untuk Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Pemungutan suara untuk WNI di luar negeri telah dimulai sejak Senin kemarin.

Comment

Leave a Reply

News Feed