Manado – Polisi Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut) dinliai takut memproses mobil dinas (Mobnas) Pemkab Minahasa yang digunakan kontraktor Bupati Minahasa, Jantje Wowilong Sajow (JWS) berinisial NR alias Noldy saat menampung Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar sebanyak 600 liter di SPBU Tondano beberapa waktu lalu.
Dari penelusuran Cybersulutnews.co.id ketika berada di Mapolda, Mobnas yang sebelumnya dikatakan Kepala Seksi Atur, Jaga, Kawal dan Patroli (Kasi Turjawali) Shabara Polda Sulut, Kompol M Sambodeside telah ditangani penyidik tindak pidana tertentu (Tipiter) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit reskrimsus), ternyata belum menerima laporan dari Kasih Turjawali terkait pelanggaran pergantian plat tanpa ijin dari pihak polisi.
“Belum ada laporannya, kalau laporannya sudah ada pasti sudah masuk ke saya,” kata Dir Reskrimsus Polda Sulut, AKBP Hilman ketika dikonfirmasi Cybersulutnews.co.id baru-baru ini di Mapolda.
Karena terus didesak Cybersulutnews terkait keterangan Kasih Turjawali, Kompol M Sambodeside yang sebelumnya mengatakan kalau pihaknya telah melaporkan pelanggaran oknum kontraktor itu, Hilman akhirnya memanggil salah satu anggotanya dari Subdit Tipiter.
“Belum ada pak, kami belum menerima laporan itu,” ungkap salah satu penyidik Tipiter kepada Hilman.
Menyikapi hal itu, Jack Wullur, pengamat sosial Sulut mengatakan, Polda Sulut lemah, sebab menurutnya Polda Sulut takut memproses oknum kontraktor yang sudah menyalahi aturan.
“Apa karena tangan kanan dari Bupati Minahasa penyidik takut memproses pelanggaran yang dilakukan Noldy. Dia kan telah melanggar aturan lalu lintas, masa mobil plat merah diganti plat hitam, itu jelas pelanggaran. Parahnya, kenapa tidak diproses,” ketus Wullur.
Ia pun menambahkan agar polisi tidak tebang pilih dalam menindak masyarakat yang telah melakukan pelanggaran. Sedangkan untuk BBM non subsidi yang diambil Noldy di SPBU Roong Tondano kata Jack harus diteliti lebih dahulu, pasalnya SPBU tersebut adalah milik kakak Noldy.
“Kalau mau menindak itu jangan pilih-pilih. Begitu juga BBM yang katanya non subsidi, itu harus diselidiki dulu. Sebab kalau hanya kuitansi begitu gampang dipalsukan,” bebernya.
Seperti dalam pemberitaan Cybersulutnews.co.id sebelumnya, Noldy yang adalah tangan kanan Bupati Minahasa JWS, diketahui tertangkap tangan melakukan penimbunan BBM jenis Solar sebanyak 600 liter di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Tondano.
Parahnya lagi, kontraktor yang sudah begitu dikenal di Tondano itu, disebut-sebut dalam melakukan aksinya menggunakan mobil dinas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa berplat merah, yang sudah dirubah dengan plat hitam alias nomor polisi palsu.
Namun anehnya, pihak Polda Sulut kemudian menyatakan bahwa barang bukti mobil dan BBM jenis Solar tersebut sudah dikembalikan ke Noldi, karena oknum kontraktor tersebut bisa membuktikan bahwa BBM jenis Solar yang ditampungnya adalah BBM non subsidi.
“Setelah kami melihat bukti-bukti yang ada pelaku terpaksa kami lepaskan, sebab dari bukti yang ditemukan BBM tersebut bukan BBM subsidi melainkan nonsubsidi,” ungkap Kepala Seksi Atur, Jaga, Kawal dan Patroli (Kasi Turjawali) Sahbara Polda Sulut, Kompol M Sambodeside ketika dikonfirmasi cybersulutnews.co.id, Senin (24/11).
Dilanjutkannya, setelah mendapat bukti bahwa BBM yang ditemukan tidak bermasalah, pihaknya langsung mengembalikan Solar milik Noldy.
“Setelah diamankan, Sabtunya kami langsung mengembalikan barang bukti serta pelakunya,” tambah Sambodeside sambil menunjukan bukti kuitansi pembayaran.
“Kalau nonsubsidi berapa banyak jumlah BBM yang diambil bisa, jadi Noldy langsung kita lepas. Namun untuk kendaraan berplat merah itu tidak boleh sekarang sudah kita serahkan ke penyidik Kriminal Khusus Polda Sulut,” jelasnya lagi sembari membenarkan Noldy sebagai tangan kanan dari Bupati Minahasa, JWS.
“Ya, dia adalah tangan kanan dari
Bupati, tapi karena unsur-unsurnya tidak menyalahi aturan kamu lepas,” terangnya lagi.
Diketahui, sebelumnya pada pemberitaan cybersulutnews.co.id, Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Kapolda Sulut), Brigjen Pol Jimmy Palmer Sinaga memilih bungkam ketika dikonfirmasi soal penyelundupan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar sebanyak 600 liter oleh oknum kontraktor Minahasa berinisial NR alias Noldy.
Jendral bintang satu yang pernah melontarkan kata untuk menindak setiap oknum penimbun BBM bersubsidi baik bensin maupun solar pasca melonjaknya harga BBM, kini malah tutup mulut.
“Mungkin Kapolda malu untuk memberikan komentar soal kasus itu,” kata Jack Wullur pengamat sosial Kota Manado kepada Cybersulutnews.co.id, Sabtu malam di Manado.
“Sebenarnya sih tidak perlu tertutup seperti itu. Kapolda seharusnya memberikan komentar, apalagi Kapolda pernah mengatakan untuk menindak semua oknum yang kedapatan menyelundupkan BBM,” sambungnya.
Ditambahkan Wullur, tindakan Kapolda yang memilih bungkam membuat masyarakat ragu dengan kinerja kepolisian. “Polisi seharusnya terbuka. Bisa saja masyarkat menilai kalau polisi sudah bermain dengan pelaku. Apalagi kan pelakunya disebut-sebut orang terdekatnya Bupati Minahasa. Juga tidak menutup kemungkinan polisi melakukan hal tersebut,” pungkasnya.
Dari informasi yang diperoleh Cybersulutnews.co.id, setelah diciduk polisi, pelaku beserta barang bukti solar yang diamankan anggota Shabara Polda Sulut dan anggota dari Polres Minahasa langsung diserahkan ke penyidik Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Sulut.
Sayangnya, Dir Krimsus Polda Sulut, AKBP Hilman ketika dikonfirmasi, tak mengangkat telepon serta tidak membalas sms yang dikirim. Begitu juga Kapolres Minahasa, AKBP Ronald Rumondor yang sebelumnya mengatakan tidak mengetahui penangkapan tersebut, kini malah menceritakan penangkapan itu ke salah satu oknum wartawan.
“Itu tiga drum yang Shabara Polda ada tangkap, itu bukan wilayah Polres Minahasa, itu memang Kabupaten Minahasa tetapi wilayah hukum Polres Manado. Kapolres bilang sama saya kalau dia tidak boleh memberikan keterangan karena itu bukan wilayahnya,” kata salah satu wartawan menyampaikan kata-kata dari Kapolres Minahasa. (jenglen manolong)




















