Manado – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Sulawesi Maluku dan Papua (Sulampua) belum berjalan sesuai yang diharapkan.
Hal ini diungkapkan Kepala Perwakilan BI Sulsel, Causa Iman Kirana saat membuka
seminar Penguatan KEK Sulampua di Ballroom Four Points by Sheraton Manado, Rabu (07/06/2023).
Menurutnya, proyeksi Pemerintah KEK Sulampua ini akan menarik investasi sedikitnya Rp 193 Triliun, dengan target jumlah tenaga kerja terserap 243 ribu orang.
Jika terealisasi, kata Causa, KEK akan mendorong pertumbuhan ekonomi Sulampua juga memberi kontribusi bagi PDRB regional.
“Sayang, KEK yang ada di Sulampua ini belum maksimal. Realisasi investasinya masih di bawah target karena pembangunannya terhambat sejumlah kendala,” ujar Causa.
Ia kemudian membeber beberapa kendala sehingga realisasi investasi di KEK Sulampua belum maksimal, yakni, penyediaan lahan, pendanaan pembangunan dan rencana bisnis untuk menarik investor dan faktor lain seperti data tarik investasi.
Terkait itu, Causa mengatakan, pemerintah telah mendorong lewat pemenuhan infrastruktur dasar seperti jalan, air bersih, listrik, sumber daya IT lalu jasa dan akomodasi.
Diketahui, Di Sulampua, terdapat lima KEK, yakni KEK Bitung, KEK Palu, KEK Sorong, KEK Likupang dan KEJ Morotai. Dua terakhir adalah KEK Pariwisata.
KEK digagas pemerintah untuk menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di daerah.





















