Minahasa – Lokasi penambangan galian C Desa Toraget Kecamatan Langowan Utara, Kabupaten Minahasa kembali memakan korban jiwa, akibat longsor.
Peristiwa naas ini menimpa Rulan Lumintang (55), salah seorang penambang Desa setempat, Jumat (17/05).
Informasi dihimpun CSN menyebutkan, peristiwa longsoran terjadi sekitar pukul 08.00 Wita, saat korban tengah melakukan aktifitas menambang batu koalin.
Menurut Ferry Walangitan, salah seorang keponakan korban, saat longsor terjadi, Rulan sementara membersihkan tanah dibawah tebing, lokasi dimana dirinya menambang.
“Rekan-rekan sesama penambangnya menuturkan, korban sedang membersihkan tumpukan tanah, tiba-tiba, tumpukan batu yang berada diatas jatuh dan menimpa korban, yang tidak sempat melarikan diri. Padahal rekan-rekan korban sempat berteriak kepada korban bahwa bebatuan sementara berjatuhan, namun korban memang tak sempat menghindar,” ujarnya.
Menurut Ferry, akibat longsoran, korban langsung meninggal ditempat akibat menderita luka serius yakni luka sobek besar pada paha dan betis kiri, tulang pinggul korban remuk tertimpa batu berdiameter sekitar dua meter.
“Melihat kejadian tersebut, teman-temannya langsung meminta bantuan warga,” ujarnya.
Sementara, Jontje Lumintang (75), kakak korban menceritakan, pekerjaan menambang batu koalin telah dilakoni turun temurun oleh keluarganya, termasuk korban sendiri.
“Kejadian seperti ini pernah dialami paman kami, ini yang kedua kalinya keluarga kami berduka karena kecelakaan longsor di tambang galian C ini, tapi mau bagaimana lagi, ini sudah menjadi pekerjaan dan resiko kami,” ujarnya.














