Manado – Selama empat hari di Sulawesi Utara, Dirjen Otonomi Daerah Soni Sumarsono menyempatkan diri mengunjungi Kawangkoan, Sabtu (24/09). Kunjungan ke Kawangkoan dalam rangka temu kangen dengan Pengurus Alumni GMNI Sulut.
Dalam kesempatan temu kangen ini, mantan Penjabat Gubernur Sulut juga berkesempatan meresmikan Sekolah Bulutangkis Nawacita Keter di Wale Satya Mendur Kompleks Tugu Kacang Kawangkoan. Sekolah bulutangkis ini diprakarsai tokoh GMNI Sulut yang juga pemilik Wale Satya Mendur, Berti Mendur.
Dalam sambutannya, Sumarsono mengapresiasi berdirinya sekolah bulutangkis Nawacita Keter sebagai wadah membina bibit-bibit muda pebulutangkis Sulut yang diharapkan nantinya bisa berkiprah di tingkat nasional bahkan internasional. “Jempol buat pak Berti yang bisa menghadirkan wahana untuk menyalurkan hoby dan bakat anak-anak,” ujar Sumarsono.
Sumarsono berpesan agar sekolah bulutangkis di Wale Satya Mendur bisa dikelola dengan baik. “Saya harap tempat ini selain olah raga, juga dikembangkan sebagai pusat olah rasa dan olah pikir. Sehingga di kemudian hari dari tempat ini akan muncul patriot olah raga sekaligus kader bela negara,” imbuh pemilik gelar Tonaas Wangko Umbanua ini.
Adapun Berti Mendur mengatakan, tujuan dibukanya sekolah bulutangkis ini sebagai kaderisasi atlet bulutangkis Sulut. Di sekolah ini tersedia 3 lapangan serta pelatih berpengalaman 30 tahun yang juga direkomendasi PBSI.
Mendur juga menyampaikan bahwa dalam kunjungan di Wale Satya Mendur, Sumarsono juga dijamu secara adat. Di mana Sumarsono bersama ibu Tri Rachayu serta sejumlah tokoh GMNI makan bersama di daun seperti kebiasaan(tradisi) jamuan makan warga Minahasa. “Jamuan makan ini menyimbolkan kebersamaan dan persaudaraan orang Minahasa,” terang Mendur.
Hadir dalam kesempatan ini sejumlah tokoh GMNI Sulut, seperti, Harwyn Malonda, Noxon Mayusip, Andre Mongdong, Dedlfi Malonda, Soni Pangkey, Donny Rumagit, Enfikman Landjoi dan lainnya. Hadir pula Kepala Biro Ekonomi Sulut, Jane Mendur.




















