Tomohon – Sebagai kota kecil berkembang, diikuti peningkatan volume sampah rumah tangga yang dihasilkan oleh warga Kota Tomohon.
Menurut Kepala Dinas Tata Ruang, Pertamanan dan Sampah (Distarumansa), Drs Boy Mandagi volume sampah ini relatif meningkat setiap tahunnya.
“Pada dasarnya, volume sampah ini bisa dikurangi dengan pemilihan dan pengolahan sebelum dibuang ke TPA Tara-Tara. Namun warga belum terbiasa,” jelas Mandagi baru-baru ini.
Akibatnya baru berjalan 3 tahun TPA Tara-Tara sudah mulai penuh. Padahal diproyeksikan, TPA tersebut bisa dioperasikan selama 15 tahun.
“Sampah plastik misalnya bisa didaur ulang, begitu juga sampah daun-daun kering bisa di jadikan pupuk kompos dan dimanfaatkan, ketimbang harus ditampung di TPA. Seharusnya penanganan sampah bisa lebih baik dan TPA tidak cepat penuh apabila ada pemilahan. Kita sudah menempatkan tempat pengolahan sampah di setiap kelurahan namun belum jalan. Untuk itu kami menghimbau warga untuk pro aktif mengolah sampah,” tukasnya. (maria)




















