
Manado – Lagi, Selasa sore (07/10) sekitar pukul 16.00 wita, Perguruan Tinggi (PT) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, kembali memanas. Kalau beberapa hari lalu, hanya dua Fakultas yang saling membuat kericuhan dengan cara saling melempari batu, kini sudah menjadi empat fakultas.
Ini untuk ketiga kalinya dalam seminggu kericuhan tersebut terjadi. Dari informasi sebelumnya, kekacauan terjadi karena salah satu fakultas yang ribut tersebut terjadi kesalapahaman. Pemicunya, ada seorang junior dari satu fakultas memukul senior dari fakultas lain. Akhirnya keduanya pun sampai sekarang masih memanas.
Tapi kedua fakultas yang ribut tersebut kini sudah gabung dengan fakultas yang lainnya. Fakultas Ekonomi gabung Teknik bermusuhan dengan fakultas Hukum gabung Fisip.
Namun anehnya, baru kali ini kekacauan yang terjadi di Unsrat memakan waktu lama dalam penyelesaiaannya. Biasanya, hanya sehari keributan tersebut sudah bisa teratasi. Berbagai pihak pun berasumsi kejadian ini diduga ada yang tunggangi. Sebab dari penelusuran, Cybersulutnews.co.Id, ada seorang pegawai yang buka-bukaan soal masalah ini. Menurutnya, ada yang tidak suka kepemimpinan rektor saat ini, sehingga sengaja menggunakan mahasiswa untuk diadu domba.
“Ini sudah tidak wajar, perkelahian ini sepertinya disinyalir telah disetting oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab, yang tidak suka dengan rektor saat ini,”katanya dan memohon agar namanya jangan diekspos.
Hal ini terang saja membuat geram salah satu alumni fakultas Hukum Unsrat, Kevrent Sidabutar SH.
Dirinya berpendapat, kalau informasi ini benar adanya, sebaiknya pihak Unsrat harus bertindak cekatan dengan melakukan investigasi mendalam dengan meminta bantuan pihak kepolisian.
“Ini sudah sangat memalukan. Apalagi kalau dugaan tersebut benar adanya, atas ditunganginya keributan ini. Saya sebagai pengamat hukum pendidikan juga meminta agar pihak kepolisian membantu dan menyelesaikan masalah ini, kalau perlu tangkap dalang dari kericuhan ini,”tegasnya.
Lanjutnya meminta kepada adik-adik mahasiswa agar jangan termakan provokasi dari orang-orang yang akan memecah belah Unsrat. Sebab ini merupakan institusi terhormat, jadi sebagai mahasiswa pun harus punya pikiran yang intelektual.
“Saya minta pada adik-adik agar tidak lagi membuat kekacauan. Kita datang sini untuk belajar bukan berkelahi. Nanti masyarakat marah dengan sikap kita yang sudah tidak lagi mencerminkan sebagai mahasiswa. Jadi sebaiknya kita hentikan perkelahian ini, mari kita majukan pendidikan yang ada di Sulut,”pungkasnya.(Ay)

























