by

Wah,,, 2 Pelaku Trafficking yang Ditangkap Barracuda Ternyata Sepasang Kekasih

Manado – YT alias Yetty (33), warga Remboken Minahasa dan MI alias Ikbal (24), warga Kaimana Papua, dua pelaku kasus dugaan trafficking atau perdagangan manusia yang ditangkap Barracuda Polda Sulut ternyata adalah sepasang kekasih.

Selama setahun lebih, keduanya menjalin hubungan. Keduanya pun diduga sering memberangkatkan wanita asal Sulut ke Papua untuk dijadikan pekerja seks komersial (PSK).

Langkah kedua sepasang kekasih untuk menjadi penyuplai perempuan di Papua pun akhirnya kandas, setelah Tim Barracuda Polda Sulut mencium gerak-gerik kedua pelaku.

Dari informasi yang diperoleh Cybersulutnews.co.id, lima korban, NO (24), JL (32), KP (23), AW (22) serta YP (23), yang diamankan Barracuda itu rencananya akan dipekerjakan di caffe milik pelaku Ikbal.

“Lima perempuan itu akan saya ajak ke caffe saya yang ada di Kaimana Papua Barat,” kata pelaku Ikbal kepada Cybersulutnews.co.id, ketika digelandang ke Mapolda Sulut, Selasa (13/10/2015) lalu.

Cara perekrutan kata pelaku, awalnya ia mencari perempuan yang bekerja di pup yang ada di Bitung, kemudian menawarkan pekerjaan dengan profesi yang sma yakni, melayani tamu yang berkunjung di kaffe. Tentunya, dengan tarif atau gaji yang lebih tinggi.

“Saya tidak memaksa. Jika mereka mau saya ajak. Saya juga baru kali ini memberangkatkan perempuan untuk kerja di caffe. Sebelumnya tidak,” ujar pelaku Ikbal.

Seperti dalam pemberitaan Cybersulutnews.co.id sebelumnya, Tim Barracuda Polda Sulut, Selasa (13/10/2015) siang, sekitar pukul 11.00 Wita, berhasil menggagalkan keberangkatan lima perempuan yang diduga menjadi korban trafficking atau perdagangan manusia.

Lima perempuan asal Bitung itu, dikabarkan akan diberangkatkan ke Kaimana, Papua Barat melalui pelabuhan Bitung. Sedang, lima korban diamankan Tim Barracuda di dalam Kapal Motor Tatamelau.

“Tinggal menunggu berangkat. Setelah kami memberikan tiket, kami langsung diturunkan dari kapal kemudian digelandang ke mobil,” terang NO kepada Cybersulutnews.co.id dengan menutup wajahnya dengan kain.

Selain lima korban, petugas juga berhasil mengamankan dua mucikari yakni, YT alias Yetty (33), warga Remboken Minahasa serta MI alias Ikbal (24), warga Kaimana, Papua.

“Penangkapan yang dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat. Mendapat informasi tersebut Tim yang terdiri dari tiga orang langsung menuju ke lokasi. Setelah melakukan pengecekan ternyata informasi yang kami terima itu benar. Dua pelaku dan lima orang korban langsung kami gelandang ke Mapolda,” terang Dantim Barracuda, AKBP Arya Perdana.

“Kenapa saya sebut kasus ini sebagai kasus trafficking, karena dari pengakuan para korban, jika mereka menerima bukingan dari luar kedua pelaku mendapat jatah Rp 10 persen dari uang yang dibayar tamu kepada korban,” sambungnya.

Selain itu kata Arya, dari informasi yang diterima pihaknya, dua pelaku sudah sering memberangkatkan perempuan ke Papua.

Di Mapolda Sulut, korban NO mengaku, sebelumnya ia tidak mengenal dua pelaku. Meski begitu, keberangkatannya ke Papua tidak ada paksaan dari para pelaku melainkan atas kemauannya sendiri.

“Kemauan sendiri. Di Papua kami kerja di caffe. Jika laku satu botol Bir, kami mendapat premi Rp 15 ribu. Kalau bukingan dapat Rp 100 ribu perjamnya. Sedangkan, kalau bukingan luar itu tergantung kami,” terang NO yang mengaku sudah pisah dengan sang suami.

Ditambahkan NO, ia kenal dua pelaku dari rekannya YP. “Saya kenal dari teman. Kami ketemu di salah satu caffe di Bitung. Setelah dipaparkan apa pekerjaan kami saya pun mau dan pengen berangkat,” terangnya. (jenglen manolong)

Comment

Leave a Reply

News Feed