Manado – Walikota Manado Vicky Lumentut dinilai sangat berhasil menerapkan program dana duka bagi warganya di Manado. Masyaralat sangat terbantu dengan bantuan dana ini karena menyentuh langsung ke masyarakat. Walikota pilihan rakyat ini pun memberi komentar terhadap programnnya ini.
Menurut GSVL, ada 3 hal yang bisa dicapai dengan program ini. Pertama, untuk keseimbangan pembangunan di wilayah Manado Utara, Manado Tengah, dan Manado Selatan. Karena selama ini warga di wilayah Manado selalu mengeluh pembangunan selalu diarahkan ke area Manado Tengah dan Manado Selatan. Kedua, agar warga selingkungan bisa solid, karena lewat PBL mereka bisa sama-sama bekerja sehingga tercipta kebersamaan di antara mereka. Dan ketiga, warga bisa lebih menghargai program yang mereka susun dan kerjakan bersama ketimbang proyek yang dilaksanakan pemerintah.
Program selanjutnya dana duka, didasari pengalamannya waktu menjabat Sekkot Manado.
”Waktu itu saya melayat di sebuah rumah duka. Ketika saya tanya kapan penguburannya, pihak keluarga mengatakan belum tahu, karena mereka masih menunggu terkumpulnya dana untuk biaya penguburan. Hal ini membekas dalam diri saya, betapa masih banyak warga yang belum bisa membiayai penguburan keluarganya karena ketiadaan dana. Untuk itu saya kemudian memasukkan program dana duka, dengan harapan tidak ada penderitaan seperti ini di Kota Manado. Saya nilai uang sebesar Rp2,5 juta sudah mencukupi untuk biaya penguburan yang layak,” papar GSVL.
Selanjutnya ada program meningkatkan honor petugas kebersihan menjadi Rp2 juta perbulan. ”Program ini didasari misi kami di bidang pariwisata. Logikanya, jika ingin menjadi kota tujuan pariwisata, maka kotanya harus bersih. Untuk itu, honor para petugas kebersihan harus dinaikkan supaya mereka bisa lebih termotivasi dalam bekerja. Dan hasilnya Kota Manado menjadi relatif lebih bersih, sehingga pemerintah pusat mengapresiasinya dengan Piala Adipura,” jelas GSVL.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Walikota yang sudah sangat perduli bagi kami warganya yang berduka. Ini bentuk kepedulian nyata pemimpin kepada rakyatnya,” ujar Merry warga Tikala. (jenglen manolong)




















