
Mitra-Kepala Sekolah MTs/MA Belang, Nurlaila Thahir SAg menegaskan, pihaknya memang sengaja menahan Bantuan Langsung Siswa Miskin (BLSM) untuk kepentingan dari siswa itu sendiri. “Kita bermaksud supaya BLSM ini benar-benar diperuntukkan pemanfaatannya untuk kepentingan siswa itu sendiri,” katanya ketika dikonfirmasi soal ditahannya BLSM tersebut.
Nurlaila mengungkapkan ada kekhawatiran bahwa BLSM ini akan dipakai bukan untuk kepentingan dan kebutuhan dari siswa penerima BLSM, tetapi justru untuk kebutuhan keluarga dan rumah tangga. “Belajar dari pengalaman, jangan sampai dana ini malah dipakai untuk kebutuhan dan kepentingan lain. Nanti ujung-ujungnya saat ada kebutuhan di sekolah justru dananya sudah habis, dan akhirnya siswa itu yang jadi korban karena berhenti sekolah misalnya,” terangnya.
“Tidak sedikitpun niat kita menyusahkan. Buktinya tidak lagi ada pungutan dalam bentuk apapun di sekolah, kecuali kalau ada kegiatan ekstra kurikuler. Malah sebaliknya, kita ingin memastikan supaya BLSM ini benar dapat bermanfaat dan dipergunakan sebesar-besarnya bagi siswa itu. Dan yang perlu dicatat, dalam pekan ini BLSM akan kita berikan. Mudah-musahan tidak dipakai untuk kepentingan lain,” imbuhnya.
Soal pemotongan Rp 150 ribu dengan alasan pengadaan pakaian olahraga, Nurlaila menepis disebut pemotongan. “Ada memang pengadaan pakaian olahraga untuk semua siswa yang mau membelinya. Ketika ditawarkan kepada siswa penerima BLSM, mereka setuju dan dikatakan diambil saja dari dana BLSM yang kebetulan sudah cair. Jadi bukan dari sekolah yang potong. Pungutan lain saja sudah ditiadakan, masa kita mau memotong BLSM,” pungkasnya.(Alfian Jay)




















