
Minahasa – Pemandangan sungguh sangat memiriskan terlihat di pasar Tondano di Ibukota Kabupaten Minahasa, Selasa (04/11). Menjelang HUT Minahasa ke-586, 05 November besok, Pemkab Minahasa seperti tak peduli akan keberadaan pasar Tondano yang kini berubah menjadi lautan sampah.
Dari pantauan Cybersulutnews.co.id, gundukan sampah paling banyak sudah menjulang tinggi dan berserakan di depan pasar, samping kiri. Selain itu ada juga sampah-sampah sudah membusuk di luar pasar, di samping jalan.
“Sudah seminggu lebih keadaan pasar seperti ini. Apalagi kalau hujan deras, air akan bercampur dengan sampah dan akan tergenang sampai ke jalan. Aromanya juga akan berbau lebih busuk,” keluh Martina, Ibu Rumah Tangga yang saat itu sedang berbelanja di pasar ini.
Menurut dia, suasana ini sangat menganggu masyarakat yang sedang berberbelanja.
“Sepertinya Pemkab Minahasa hanya sibuk mengurusi Minahasa Expo di Stadion Maesa dan melakukan pembiaran akan kebersihan di pasar ini,” keluhnya.

Lain lagi jeluhan Stien, seorang ibu tua yang sehari-harinya berjualan sayuran dan hasil bumi lainnya. Stien mengatakan hari-hari belakangan terjadi pencemaran udara.
“Bau busuk sangat menyengat terjadi setiap hari. Ini sangat menganggu aktivitas semua yang ada di pasar ini. Di mana pemerintah yang seharusnya harus bergerak cepat,” ujar Stien.(maria wolajan)




















