Manado – Sulut akan menjadi tuan rumah Temu Karya Taman Budaya (TKTB) Indonesia. Kegiatan yang akan dilaksanakan 6-9 September tahun 2016 ini menjadi mmomentum penting bagi pengembangan pariwisata daerah Nyiur Melambai.
Demi mensukseskan kegiatan yang bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Indonesia ini, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sulut melalui UPTD Taman Budaya, bekerja extra demi mensukseskan kegiatan berskala nasional tersebut. “Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan dan lainnya demi memberikan service (pelayanan) terbaik bagi peserta dari 33 provinsi nantinya,” ungkap Kepala UPTD Taman Budaya, Lexy Tombokan.
Menurut Tombokan, demi mensukseskan kegiatan TKTB ini, halaman Taman Budaya Sulut akan dipercantik dengan akan dipasangi paving stone. Pemasangan paving stone ini mutlak dilakukan mengingat halaman Taman Budaya mudah digenangi air bila hujan. “Dengan dipasangi paving stone, selain akan memudahkan panitia mendirikan tenda peserta dan pengunjung kegiatan dipastikan tidak akan berbecek-becek,” kata Tombokan.
Sayangnya, meski pelaksanaan TKTB ini kian dekat, pemasangan paving stone belum juga terealisasi. Tombokan kepada wartawan mengaku, jauh-jauh hari telah melapor ke Wakil Gubernur sekaligus melayangkan surat resmi berisi permohonan paving-isasi halaman Taman Budaya. “Surat yang kami layangkan langsung didisposisi Wagub ke instansi terkait yakni Dinas PU. Sayangnya, disposisi Wagub tersebut hingga saat ini belum ditindaklanjuti,” ungkap Tombokan.
Tombokan berharap, pemasangan paving stone bisa direalisasikan tepat waktu sebelum hari pelaksanaan. “Kita sebagai tuan rumah tentu tidak ingin dipermalukan dalam kegiatan TKTB ini. Kita ingin kegiatan ini sukses demi kemajuan pariwisata Sulut,” kata Tombokan.
Diketahui, pada acara puncak temu karya taman budaya ini akan menghadirkan ribuan pelaku seni budaya tanah air. Pada acara puncak temu karya ini akan menghadirkan ribuan pelaku seni budaya tanah air. Diharapkan kegiatan ini akan menguatkan diri, unjuk diri melalui kebudayaan dan seni.
Selain memperkenalkan kebudayan dan seni, temu karya ini akan memperkuat Sulawesi Utara mengembangkan seni dan budayanya. Di mana tamu mancanegara yang berdatangan ke daerah Nyiur Melambai akan diperkenalkan tentang kebudayaan dan kesenian yang miliki.
Penentuan penyelenggara temu karya ditentukan melalui rapat pimpinan, selanjutnya siapa yang mengajukan akan dipertimbangkan untuk disepakati. Dalam APBD 2016 telah dianggarkan Rp 1,7 Miliar untuk mendukung pelaksanaan kegiatan ini. Penyelenggaraannya akan ditangani ivent organizer (IO) profesional.
Temu karya akan menguntungkan sektor pariwisata karena ada sekian banyak orang yang datang, tinggal, makan dan mengunjungi beberapa lokasi wisata di daerah ini. Ada dampak ganda yang bisa dirasakan.
Taman budaya merupakah unit atau garda terdepan mengawal semua kegiatan seni budaya. Taman budaya menyiapkan venue kegiatan seni budaya yang bersifat laboratorium, bengkel atau etalase atau pameran, itu fungsi taman budaya.




















