Manado – Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Steven Kandouw meminta Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Sulut lebih intens gelar job fair.
“Kegiatan job fair seperti ini sangat penting. Karena itu harus terus digalakkan kalau perlu empat kali setiap tahunnya,” ujar Kandouw ketika membuka acara job fair 2016 yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulut, di Manado Town Square Rabu, (14/09).
Menurut Kandouw, dengan ikut serta dalam job fair menandakan institusi resmi bukan perusahaan abal-abal. “Kalau perusahaan jelas pasti ada jaminan kesehatan dan tunjangan hari tua, inilah wujud implementasi kita,” kata Kandouw.
Kandouw kemudian mengingatkan perusahaan penerima lowongan kerja, agar mengutamakan para pencari kerja (Pencaker) lokal yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) sah Kabupaten/Kota di Sulut.
“Jadi mohon maaf, bukan berarti kita (Sulut-red) anti orang luar, tapi kita utamakan orang lokal dulu. Bukan rahasia umum dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) regional Manado peringkat ketiga tertinggi di Indonesia di bawah Jakarta dan Papua, maka orang akan berbondong-bondong ke sini,” ujar Kandouw direspon tepuk tangan dari pencaker yang ikut acara pembukaan tersebut.
Sementara itu, Kepala Disnakertrans Provinsi MM Sendoh menambahkan menunjang program Pemprov, Disnaker memfasilitasi pencaker untuk dapatkan pekerjaan sesuai bakat minat, tenaga kerja sesuai kebutuhan.
“Job fair kali ini, dengan peserta 38 perusahaan dan sebanyak 2487 lowongan pekerjaan. Didomimasi jasa perdagangan, asusransi, finance dan perhotelan siap merekrut tenaga kerja benar-benar ingin kerja,” terang Sendoh, sembari menambahkan besok Kamis (15/09) hari terakhir job fair berlangsung.




















