
Sesuai data yang dirilis PN Manado, tingkat produktifitas melonjak drastis dibanding kinerja per bulan di tahun 2017. Hanya di bulan Januari 2018 saja, kemampuan hakim meningkat sebesar 204 persen.
“Dulu hanya mampu diselesaikan 97 perkara per bulan, sekarang 200 perkara mampu dituntaskan,” kata Hakim Juru Bicara (Jubir) Vincentius Banar SH MH, Kamis (01/02) kemarin.
Banar menambahkan, hanya di bulan Januari, sudah menangani 677 perkara.
“Nilai Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP)secara nasional adalah 29,54 persen,” beber Banar.
Tidak hanya itu, Banar mengungkapkan, kinerja Panitera Pengganti lebih ‘menggigit’ dari sebelumnya.
“Pada tahun 2017, hanya mampu selesaikan 56 minutasi per bulan. Sekarang meningkat 351 persen, dan mampu selesaikan 200 minutasi perbulan bulan,” tuturnya.
Menurut Banar, untuk level PN se- Sulawesi Utara (Sulut), yang dihitung real time oleh Mahkamah Agung (MA) RI, walau bebannya yang paling berat, justru kinerja PN Manado selalu teratas.
“Jika dibandingkan PN kategori besar di seluruh Indonesia, tingkatan Kelas 1A, dan Kelas 1A Khusus, sementara pengadilan lain masih terseok-seok, PN Manado sudah melaju dengan kencang,” sebutnya.
Produktifitas melonjak drastis ini, kata Banar, pihaknya sangat fokus dalam penyelesaian tugas pokok pengadilan.
“Ini adalah hasil akumulasi perbaikan sistem kerja, dan penguatan SDM. Semuanya terukur, dan sistematis,” ujarnya.
Terkait soal penyelesaian masalah klasik pengadilan, seperti tunggakan minutasi, dan pelaksanaan bantuan delegasi dari pengadilan lain, masalah tersebut sudah dihadapi.
“Bedanya, kami bisa selesaikan dengan baik. Pertama, penyelesaian minutasi, sudah terdata atas nama 15 Panitera Pengganti. Umumnya adalah warisan putusan perkara lama. Bulan Desember 2017, ada tunggakan 146 (seratus empat puluh enam) minutasi. Bayangkan kecepatannya. Di bulan Januari, sudah terkikis menjadi 36 minutasi. Ada sisa, karena orangnya sebagian sudah pensiun atau pindah. Akan kami selesaikan sampai tuntas,” ucapnya.
“Kedua, bantuan delegasi dari pengadilan lain, seluruhnya terlaksana baik. Kami punya data lengkap. Pelaksanaan dikordinir oleh pejabat berkompeten, yakni Wakil Panitera Enda Maukar. Beliau dikategorikan Grade A kualitas unggulan,” sambung Banar.
Soal rencana kerja selanjutnya, Banar menjelaskan, Ketua PN Manado Edward Simarmata sudah menjabarkan dalam panduan kerja, yang disebut “Matrik Operasi Kejar Hijau SIPP”.
“Sangat detail. Disusun sistematis, langkah demi langkah. Beliau fokus pada hasil kerja,” tegasnya.
Menariknya, saat disinggung peningkatan hasil kerja, apakah dilakukan siang-malam atau non stop, Hakim Banar tersenyum.
“Dimaklumi jika ada anggapan begitu. Yang kami lakukan justru reguler sekali. Semuanya sesuai SOP yang ditentukan MA. Dilakukan selama jam kerja. Tidak ada yang khusus. Memang, hasilnya yang istimewa,” jawabnya.
Banar juga membeberkan kenapa di PN Manado sudah berbeda. Menurutnya, ini disebabkan sistem organisasi sudah berjalan, target kerja dipahami dengan jelas, dan kerjasama tim meningkat.
“Dibalik itu semua, kami punya pengendali yang sangat andal. Beliau mampu mengatur strategi demi strategi, dan memimpin langsung setiap pelaksanaan. Siap memperbaiki kelemahan. Membangkitkan semangat juang, sehingga setiap orang bekerja maksimal,” akunya.
“Ketika ditugaskan ke Manado pertengahan Desember 2017, memang terbukti beliau bukan sekedar datang dengan nama kosong belaka. Hasil kerjanya nyata. Dengan beban kerja yang sama berat seperti sebelumnya, tapi dalam waktu singkat, bisa dirubah menjadi fantastis,” tandas Banar. (Marend).




















