Manado – Upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk menolong petani kelapa akibat anjloknya harga kopra mulai berbuah.
Wakil Gubernur Steven Kandouw, Selasa (04/12) menggelar Rapat Koordinasi dengan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sulut Rudy Mokoginta, Kepala Dinas Perindag Sulut diwakili Hanny Wajong, Kepala Biro Perekonomian dan SDA Setda Sulut.
Rapat ini juga menghadirkan pabrikan minyak goreng sebagai pembeli utama kopra Sulut, di antaranya, PT Cargil Indonesia Indonesia Amurang, PT Salim Ivomas Pratama Bitung, PT Agro Makmur Raya Bitung, PT Multi Nabati Sulawesi Bitung.
Dalam kesempatan ini, Wagub berhasil ‘membujuk’ pihak pabrikan untuk menaikkan harga kopra.
“Ini upaya jangka pendek untuk membantu petani kelapa terutama dalam memasuki Natal,” ujar Kandouw kepada wartawan.
Lanjut Kandouw, pihaknya berhasil mengetuk hati nurani perusahaan sehingga bisa mengurangi porsi keuntungan untuk petani kelapa Sulut.
“Puji Tuhan pabrikan menyanggupi, kopra Sulut akan dinaikkan. Untuk itu pusat kantor pendukung yang ada di Medan dan Jakarta kita sepakat akan ke kantor pusatnya.
Kita sudah membuat appointment,” terangnya.
Intinya memperkuat himbauan Pak Gubernur, meyakinkan pihak pabrikan punya keterpanggilan, kepedulian, menguatkan pimpinan mereka di kantor pusat terhadap nasib petani kopra Sulut sebelum 25 Desember 2018 harus menaikkan harga kopra.
“InsyaAllah Januari-Februari 2019 sudah jadi normal karena trand di luar negeri memasuki musim dingin harga kopra akan dinaikkan,” pungkasnya.




















