Gubernur Kantongi 3 Nama Calon Sekprov Sulut, Siapa ‘Panglima’ ASN Baru?

Manado – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) berhasil mengantongi tiga nama calon Sekretaris Daerah (Sekprov) definitif.

Gubernur dikabarkan mengusulkan nama-nama tersebut ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk dimintai pertimbangannya, sebelum akhirnya ditetapkan oleh Presiden RI.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulut Olivia Theodore mengatakan, ada 2 hal penentu calon masuk 3 besar.

“Pertama hasil seleksi wawancara oleh Komite Talenta dan kedua berdasarkan akumulasi sistem yang ada,” ungkap Oliv.

Persaingan merebut posisi top birokrat Pemprov Sulut ini ketat.

Kepala Inspektorat Jemmy Kumendong, Asisten Administrasi Umum Fransiscus Manumpil, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Tahlis Gallang, serta Kepala Dinas Pendidikan Femmy Suluh disebut-sebut sebagai yang terdepan dalam perebutan posisi strategis ini.

Keempatnya memiliki plus minus yang menjadi keunggulan serta ganjalan.

Dari segi karir birokrat, empat birokrat di atas bersaing karena memiliki riwayat jabatan yang mumpuni. Kumendong, Manumpil dan Gallang lebih unggul karena telah pernah sukses dalam jabatan Penjabat (Pj) Bupati.

Dari segi Pendidikan, Kumendong, Manumpil dan Suluh unggul karena bergelar Doktor dan jebolan Lemhannas.

Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) tingkat 1 juga jadi kekuatan. Femmy Suluh dan Fransiscus Manumpil telah menyelesaikan PKN 1.

Untuk diketahui, seleksi calon Sekprov dilakukan melalui metode manajemen talenta ASN yang ketat, diikuti sembilan pejabat pimpinan tinggi pratama/eselon II Pemprov Sulut.

Mereka yang lolos tahap akhir adalah:
Clay June Dondokambey (Kepala BKAD)
Femmy Suluh (Kadis Dikda)
Fransiscus Manumpil (Asisten III)
Hermina Syaloom Korompis (Kadis PM-PTSP)
Jemmy Kumendong (Inspektur Daerah)
Rachel Rotinsulu (Kadis Pangan)
Rainier Dondokambey (Kadis Kehutanan)
Tahlis Gallang (Kadis Koperasi UKM)
Tinneke Adam (Kadis PPPA)

Kesembilannya telah memaparkan kemampuan pengetahuan teknis, integritas kebangsaan, serta strategi manajemen pemerintahan di hadapan Komite Talenta.

Penguji berisi figur berbobot: Dirjen Bina Bangda Kemendagri Ir. Restuary Daud, Rektor Unsrat Prof. Berty Sompie, Rektor Unklab Danny Rantung PhD, Rektor Unika De La Salle Manado Dr. Gregorius Hertanto Dwi Wibowo, serta Deputi Administrasi Kansi Kabinet Dr. Thanon Aria Dewangga.

Menariknya, semua peserta berada di “kotak 8 dan 9” pada 9-Box Talent Matrix – kategori performa tinggi dan potensial tinggi. Syaratnya? Berkinerja unggul, kompetensi manajerial kuat, serta potensi kepemimpinan strategis.

Proses penilaian transparan: Komite Talenta memasukkan nilai langsung ke aplikasi, dan panitia sekretariat hanya menerima total skor tersebut. Kini, bola ada di tangan Mendagri dan Presiden.

Siapa yang akan jadi ‘panglima’ ASN Sulut selanjutnya?

Tinggalkan Balasan