Penderita HIV AIDS Capai 263, Bitung Perlu Lokalisasi

Tak Berkategori

aidsBitung– Penderita orang dengan HIV/AIDS (Odha) di kota Bitung yang setiap tahunnya mengalami peningkatan, hingga menjadi tertinggi di Sulut, membuat sejumlah kalangan menilai perlu adanya lokalisasi. Rawannya penyebaran penyakit ini sangat mengancam usia-usia produktif sampai ke anak-anak usia sekolah.

Berdasarkan data yang dirangkum oleh Dinas Kesehatan kota Bitung menyebutkan bahwa penderita odha dikota Cakalang hingga Juni 2013 mencapai 263 orang yang terdeteksi. Kabid Pengendalian Penyakit Menular, dr. Elisabeth Sompotan menjelaskan bahwa masih ada banyak penderita Odha lainnya yang tersebar dan belum terdeteksi.

Kerawanan ini menimbulkan kekhawatiran dari sejumlah kalangan termasuk tokoh masyarakat dan tokoh agama. Salah satu tokoh agama kota Bitung, Pdt Herman Bogar mengaku prihatin kondisi kota Bitung yang tidak terkontrol dengan adanya HIV/AIDS yang menurutnya seperti bom waktu. Diterangkan Bogar, area lokalisasi merupakan system pengendalian dan pelayanan terhadap penyebaran penyakit berbahaya. Tempat-tempat lokalisasi nantinya menurutnya akan dibimbing dengan penyuluhan-penyuluhan kerohanian.

Wakil ketua DPRD Bitung, Ir Maurits Mantiri yang juga dikenal sebagai sebagai penatua Pria Kaum Bapa terpilih GMIM wilayah Bitung VII menerangkan, kota Bitung sebagai kota multidimensi sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) Lokalisasi yang tertuang pada Perda HIV/AIDS. Namun kendala sampai hari ini belum ada satu pun investor yang menawarkan usaha tersebut. Padahal pemerintah kota Bitung sendiri membuka peluang supaya ada investor yang menanamkan modal pada usaha lokalisasi. Jika ini pun ada, menurut Mantiri sangat positif guna menangkal para pendatang yang sering membawa virus. Selain itu, dampak positifnya adalah menambah pendapatan asli daerah.

“Masyarakat diharapkan bisa menyadari lokalisasi bukan hal yang tabuh tapi sudah menjadi kebutuhan sebagai kota pelabuhan Internasional,” ujarnya.(hezky)