Mahasiswi Fekon Unsrat Manado Tewas Dibunuh Pria Bertato di Kamar Kosnya

Pelaku Joy ketika digiring petugas menuju Mapolresta Manado. (Foto:ist)
Pelaku Joy ketika digiring petugas menuju Mapolresta Manado. (Foto:ist)
Manado – Naas dialami Vivian Marlin Angreini Sumengandow (19). Siswi cantik Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado semester VII Fakultas Ekonomi ditemukan tewas di kamar kosnya di Kelurahan Sario Lingkungan I, Kecamatan Sario setelah dibunuh Joy Kalalo (16), warga Sario.

Pristiwa naas itu dialami korban Vivian, Rabu (29/07/2015), sekitar pukul 01.00 Wita. Kala itu korban sedang mengganti pakayan. Melihat kemolekan tubuh dari sang korban, pelaku Joy yang sudah dipenuhi tato di bagian dadanya langsung mengintip korban lewat rumahnya yang hanya bersebelahan dengan kamar kos korban.

Mengetahui pelaku mengintip, korban pun kemudian berteriak minta tolong. Karena takut ketahuan penghuni kos, pelaku pun melompat ke arah korban kemudian menyumpal mulut korban dengan menggunakan bantal yang diambil pelaku dari atas kasur kamar korban hingga korban meninggal dunia.

Melihat korban tak berdaya, tanpa bersalah pelaku kemudian menghisap buah dada korban. Puas melakukan perlakuan bejatnya, pelaku kemudian kembali ke rumahnya. Hingga beberapa saat kemudian diamankan petugas Polda Sulut dan Polresta Manado.

“Setelah mendapat informasi kami langsung bergerak mencari pelaku. Kami sempat berputar-putar di lokasi kejadian, tak taunya ternyata pelaku hanya bersebelahan dengan tempat kos korban,” terang salah satu petugas polisi Polda Sulut yang berada di lokasi kejadian kepada Cybersulutnews.co.id.

Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas kemudian berhasil mencium keberadaan pelaku. Pelaku pun diringkus saat sedang tidur. Tanpa perlawanan, pelaku kemudian digiring petugas menjuju Polsek Sario kemudian dibawa ke Mapolresta Manado.

Ketika digelandang, pelaku pun mengakui semua perbuatannya yang mana telah menghilangkan nyawa siswi cantik asal Ratahan. Kepada petugas pelaku mengaku, tega menghilangkan nyawa korban karena merasa malu korban memergoki dirinya ketika sedang mengintip.

Kapolresta Manado, Kombes Pol Rio Permana ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Pelakunya sudah ditahan untuk diperoses ke tingkat selanjutnya,” singkat Permana. (jenglen manolong)