Manado – Pengamat Politik dan Pemerintahan Sulawesi Utara (Sulut), Taufik Tumbelaka, menyoroti Tahlis Gallang yang dijagokan sebagai calon Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulut.
Ia mengingatkan bahwa menjagokan Tahlis jangan karena pertimbangan primordial atau karena mewakili etnis Bolaang Mongondow, melainkan berdasarkan kapasitas dan kualitas yang dimiliki.
“Kalau Tahlis Gallang sampai definitif itu karena ia memiliki kapasitas. Kemampuan, kematangan, loyalitas dan integritasnya memang ada. Jadi bukan karena isu primordial hanya karena ia mewakili salah satu etnis di Sulut yakni Bolaang Mongondow,” ujar Tumbelaka kepada media ini, Jumat (13/2/2026).
Menurutnya, Tahlis memiliki ciri khas yang terasa secara nyata oleh banyak pihak. “Tahlis punya ke-khas-an. Terasa Pamong-nya, terasa Birokratnya, terasa santun-nya, terasa humanis-nya dan keterbukaannya juga terasa – bahkan ada rasa kekeluargaan. Dan itu terasa natural,” tambahnya.
Menurut putra Gubernur Pertama Sulut ini, isu yang digiring bahwa Tahlis Gallang harus jadi Sekprov karena mewakili Bolaang Mongondow justru mengkerdilkan birokrat handal tersebut.
“Bila pak Tahlis jadi Sekprov, itu karena ia pantas bukan karena isu primordial,” pungkasnya.




















