Barracuda Bhayangkara Polda Sulut Bebaskan Sandera, Pimpinan PT MSM Diculik, Kantornya Didemo

Tim Barracuda Bhayangkara Polda Sulut

Tim Barracuda Bhayangkara Polda Sulut

MINUT – Suasana di lokasi pertambangan PT Meares Soputan Mining (MSM) Likupang, Minahasa Utara (Minut) tegang. Sejumlah massa yang tidak menerima adanya aktifitas pertambangan di daerah mereka, karena dianggap mencemari lingkungan berulah. Buntutnya, massa melakukan aksi demo dan nekat menculik Pimpinan PT MSM.

Karyawan yang mengetahui kejadian penculikan itu, kemudian melaporkannya ke Polsek Likupang. Menerima laporan tersebut, Kapolsek memberitahukan kejadian ini kepada Kapolres Minut, selanjutnya Kapolres meneruskan laporan ke Kapolda Sulut, Irjen Pol Wilmar Marpaung.

Menindak lanjuti laporan, jenderal bintang dua kemudaian menurunkan pasukan khususnya yang dinamakan Barracuda Bhayangkara ke lokasi tambang emas PT MSM. Di lokasi, pasukan Barracuda Bhayangkara kemudian dihadang ratusan pendemo.

Suasana pun menjadi panas ketika Tim elit Polda Sulut berusaha menghalau massa yang telah berbuat anarkis. Namun, massa tidak bergeming, sebab petugas elit Barracuda Bhayangkara telah dibekali dengan berbagai kemampuan. Massa pun dapat dikendalikan dan Pimpinan PT MSM dibebaskan.

Skenario menghadang massa yang beringas dan pembebasan Sandera itu merupakan salah satu latihan yang dilakukan tim elit Polda Sulut. Latihan yang berlangsung di lokasi pertambangan PT MSM, Selasa (01/11/2016) itu, turut disaksikan Wakapolda Sulut, Brigjen Sutrisno Yudi Hermawan beserta beberapa pejabat utaman lainnya.

Wakapolda Sulut dalam amanatnya berharap, Barracuda Bhayangkara bisa menjadi teladan dan panutan bagi seluruh lapisan masyarakat. “Tampilkan sikap humanis, hindari sikap arogan dan kesewenang-wenangan, sehingga masyarakat dapat merasakan keamanan dan kenyamanan dalam menjalankan aktivitasnya. Tim ini juga merupakan perkuatan yang dapat digerakkan kapan dan di mana saja, atau dengan istilah ‘power on hand’,” terang Hermawan.

“Satgassus Barracuda Bhayangkara Polda Sulut nantinya akan ditugaskan untuk menangani kejadian yang berimplikasi kontijensi seperti, huru hara, unjuk rasa anarkis, konflik sosial, bencana alam bahkan kejahatan lintas negara seperti narkotika, penyelundupan, illegal fishing, human trafficking, terorisme, pembajakan dan sebagainya,” tandasnya.

Sebelum melakukan simulasi di lokasi pertambangan PT MSM, puluhan pasukan telah lebih dulu melakukan berbagai persiapan di Mapolda Sulut. (jenglen)

Leave a Reply