Manado – Program Universal Coverage (UC) yang menjadi satu di antara program andalan Pemerintah Kota Manado akan berlanjut hingga tahun 2015.
“Ya program tersebut akan berlanjut pada tahun mendatang, kerena dananya sudah kami usulkan di APBD 2015, juga ada penambahan pada APBD Perubahan 2014 ini,” jelas Robby Mottoh, Kadis Dinkes Manado.
Menurutnya, pada APBD Perubahan ditambahkan dana sekitar Rp 16 miliar khusus untuk program tersebut, sementara pada RAPBD 2015 diusulkan dana sekitar Rp 22-23 miliar, yang hampir sama jumlahnya dengan tahun sebelumnya.
“Dana program ini memang diambil murni dari pos APBD, bukan berasal dari dana bantuan atau APBN, karena ini termasuk dalam program pro-rakyat,” katanya.
Ia menambahkan, dana tersebut sejak awal ada, untuk membantu warga kota Manado yang kurang mampu dan tidak memiliki Jamkesmas.
“Sampai saat ini, yang terlayani dengan program UC adalah 258.969 orang, dan bisa ada kemungkinan untuk bertambah lagi, yang jelas pesertanya yang tidak mampu dan mereka mengurus surat rekomendasi dari petugas UC di Dinkes Manado,” kata dia.
Untuk pelayanan ini menurutnya, peserta mendapatkan fasilitas kelas III dengan obat yang gratis. “Termasuk obatnya, mungkin ada obat tertentu yang harus bayar. Sebab pasien dengan program UC tidak dipungut biaya sejak perawatan pertama dari Puskesmas,” kata dia.
Menurutnya, sementara ini pasien program UC belum memegang kartu, untuk sementara menggunakan kartu Askes dan juga menunjukkan KTP. “Tapi nanti kami akan berikan kartu khusus,” jelasnya.
Dijelaskannya, ada tujuh rumah sakit di Manado yang melayani peserta program UC tersebut, termasuk di antaranya RS Prof Kandou, RS Bhayangkara, Rumah Sakit Pancaran Kasih, RS Advent Teling, RS Siti Maryam. “Ada enam rumah sakit skunder dan satu rumah sakit tersier yang melayani UC,” katanya.(eve)




















