BI Sulut Dorong Literasi Finansial Gen Z via Bedah Buku, Fondasi Ekonomi Masa Depan di Era Digital

Manado – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sulawesi Utara menggelar Bedah Buku MANGUNI Volume 5 di Perpustakaan Wale Sitaro, Manado, memperingati World Book Day 2026.

Bertema “Connected by Literacy: Building Future-Ready Communities” dengan subtema “Tantangan Hidup Gen Z: Bertahan, Bangkit, dan Bertumbuh,” acara ini digandeng Generasi Baru Indonesia (GenBI) Unsrat dan didukung penuh kampus, dihadiri 200 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi Sulut.

Dibuka Wakil Rektor III Unsrat Ralfie Pinasang, kegiatan ini soroti adaptasi Gen Z terhadap tekanan ekonomi digital: inflasi 2,7% nasional, biaya hidup urban naik 5% YoY di Sulut, dan pengangguran muda 12%.

“Literasi finansial kunci bangkit dari keterbatasan, bentuk pola pikir kritis untuk daya saing global,” tegas Ralfie.

Deputi Kepala KPw BI Sulut Renold Asri tekankan komitmen BI tingkatkan SDM via literasi, yang tingkatnya di Sulut masih 45% (BPS 2025).

“Ini jembatan komunitas adaptif, kurangi NPL kredit konsumsi Gen Z yang naik 8% akhir 2025,” ujarnya.

Penulis Almira Bastari bedah Home Sweet Loan, refleksi realitas Gen Z: tekanan KPR, kemandirian finansial, dan dinamika urban—buku laris 50.000 eksemplar sejak 2024.

Acara rangkai edukasi kebanksentralan: sistem pembayaran digital (transaksi BI-FAST Sulut +25% YoY), pelindungan konsumen, dan kampanye CBP Rupiah. BI proyeksi, literasi naik 10% bisa tambah PDB Sulut Rp2 triliun via konsumsi muda inovatif.

Sinergi BI-perguruan tinggi ini inisiatif berkelanjutan, target minat baca Gen Z Sulut capai 60% akhir 2026, ciptakan tenaga kerja siap ekonomi hijau dan digital.

Tinggalkan Balasan