Manado – Kapolsek Malalayang, Kompol Joutje Fernatubun menegaskan, pihaknya masih mengejar dan memburu ibu kandung yang tega meninggalkan anak usai melahirkan di Rumah Sakit (RS) Bersalin Ratumbuysang.
“Laporannya sudah kami terima dan akan kita proses. Saat ini kami masih memburu serta mencari tau siapa orang tua dari anak itu,” terang Kompol Joutje Fernatubun kepada sejumlah wartawan, Kamis (08/10/2015).
Karena anak dari orang tua yang tidak bertanggungjawab itu masih diburu kata Kompol Joutje, ia telah meminta pihak RS Ratumbuysang untuk sementara menjaga dan merawat bayi malang itu.
“Saya bilang ke mereka, kalau bisa anak itu diurus dulu, karena anak itu sudah menjadi anak negara. Kan anak itu sudah ditinggal pergi orang tuanya. Dan mereka bersedia. Saya juga sudah usul untuk melapor kasus itu ke instansi terkait, terutama ke Dinas Sosial,” ungkapnya.
Seperti informasi yang diperoleh Cybersulutnews.co.id, bayi mungil berkulit putih berambut lebat itu berjenis kelamin perempuan. Dari data medis pihak RS, ibu bayi malang berinisial YP alias Yolanda (33), warga Desa Doloduo, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).
Ketika ditemui Cybersulutnews.co.id, di Ratumbuysang, kondisi bayi mungil itu nampak sehat. Dengan kasih sayang, pihak Dokter dan Bidan mulai mengurus keperluan sang bayi. Mulai dari mengganti pakayan, memberi susu serta menandikan bayi.
Dirut RS Ratumbuysang, Dokter Juni Tampemawa mengatakan, bayi mungkil yang ditinggal sang ibu sejak Rabu (30/09/2015) lalu itu, diberi susu Flisian flag.
Sedang kata Dokter Juni Tampemawa, kejadian itu berawal ketika ibu korban bernama Yolanda datang ke RS dengan keadaan hamil, Selasa (29/09/2015), sekitar pukul 22.00 Wita.
Melihat situasi Yolanda yang saat itu sudah melewati waktu atau Diposmatur selama 42 minggu, pihak Rumah Sakit pun langsung membawa Yolanda ke ruang persalinan.
“Karena kami lihat kondisinya sudah Diposmatur maka kami melayaninya dengan perjanjian, dia (Yolanda, red) harus setuju dan menandatangani situasi apapun yang akan terjadi,” terang Direktur.
Rabu (30/09/2015), pukul 06.10 Wita, ibu bayi itu pun melahirkan dengan keadaan normal. Ketika dipindahkan ke ruangan, sang ibu nampak gelisah.
“Kepada salah satu bidan, ibu itu mengatakan mau keluar untuk membeli perlengkapan bayi. Tapi tidak diijinkan. Dengan bermacam-macam alasan, ibu bayi itu berusaha untuk meninggalkan Rumah Sakit. Tapi tetap saja tidak diijinkan petugas mengingat, kondisi sang ibu masih lemah,” sambungnya.
Hingga, sekitar pukul 17.00 Wita. Sang ibu menghilang entah kemana. Petugas RS pun sempat mencari keberadaan ibu sang bayi, namun tidak ditemukan.
“Bayi tersebut lahir dengan berat 3,3 kilo, 50 cm. Ketika datang, ibu itu tidak membawa identitas apa-apa. kami pun tidak curiga karena cara berpenampilannya seperti orang berduit,” terang Dirut. (jenglen manolong)




















