
Manado – Elvi Weku, oknum pelayan Tuhan dan Dosen di Politeknik Manado, membantah jika ia menjual anak gadis berumur 13 tahun ke lelaki hidung belang, seperti laporan yang dilayangkan Reintje Polandos di SPTK Polda Sulut.
Elvi juga membantah jika suami tercintanya, Herry Tiwatu telah menggauli ABG atau anak baru gede, hingga hamil dua bulan.
“Itu rekayasa. Sama sekali tidak benar. Kami anggap dia (korban, red) seperti anak sendiri. Kami rawat dia dan kami sekolahkan. Jadi apa yang dilaporkan itu semua tidak benar. Itu fitnah,” tutur Elvi kepada sejumlah wartawan, Jumat (06/11/2015), di Mapolda Sulut.
Elvi yang mengenakan kaus putih bercorak hitam, dipadu celana hitam mengatakan, kedatangan bersama sang suami ke Mapolda Sulut, hanya untuk memberikan klarifikasi soal kasus dugaan cebul dan perdagangan manusia atau trafficking yang sudah mencemarkan nama baik mereka.

“Saya tidak terima dengan adanya pemberitaan ini. Pasalnya, pasca diterbitkan berita ini, yang mana menulis bahwa Dosen Politeknik jadi germo menjual anak. Berita itu jadi heboh di kampus saya. Saya ini tidak pernah menjual anak,” kata Elvi sambil menunjukan salah satu koran yang menulis berita tersebut.
“Saya ini hamba Tuhan, jadi tidak mungkin kami melakukan hal seperti itu. Ini semua tidak benar. Tapi saya tau Tuhan itu baik, namanya kebenaran pasti akan terungkap,” sambung Elvin sembari menambahkan jika anak tersebut hanya dititipkan orang tua angkat korban yakni, Jimmy dan Susan.
Pernyataan berbeda dilontarkan korban, kepada sejumlah wartawan korban mengaku ditindih Herry sampai mengandung dua bulan. Tak hanya ditindih Herry, istri Herry juga yakni, Elvi menjual tubuh mungil korban ke lelaki hidung belang di Kota Manado.
Diceritakan korban, pertama kali ia digauli Herry pada 22 April lalu, sekitar pukul 15.00 Wita, di Kelurahan Tanjung Batu, Kecamatan Wanea. Saat itu korban sedang beristirahat di kamarnya.(jenglen manolong)




















