Manado – Sewaktu mengemban tugas sebagai Kapolda Sulut, Irjen Pol Wilmar Marpaung mengaku kalau dirinya pernah dicoba disogok sejumlah pihak yang dililit kasus. Hal tersebut diterangkan Marpaung ketika berbincang dengan wartawan pos liputan Polda Sulut baru-baru ini di ruang kerjanya.
“Iya, memang itu ada. Tapi saya tetap menolak adanya upaya-upaya penyogokkan terutama dalam hal menangani kasus,” ungkap jendral bintang dua, yang sempat bertugas sebagai Kapolda Sulut selama 1,9 tahun.
Ditambahkan pula, kalau dalam hal kasus, dirinya selalu memberikan penekanan terhadap anggota agar bertindak profesional dan menjauhi diri dari sogokkan.
“Saya selalu menekankan kepada anggota, terutama penyidik. Supaya dalam menangani perkara harus dengan hati nurani. Jujur, adil dan transparan. Jaman sekarang kan tidak boleh kita bermain kasus. Harus sesuai dengan aturan hukum. Yang salah katakan salah, yang benar katakan benar. Jangan dibolak-balik begitu, jangan ada yang direkayasa,” lanjut lelaki yang telah menjadikan Polda Sulut sebagai Polda terbaik 2016.
“Jadi semua harus sesuai aturan. Dan saya kira, negara sudah memberikan cukup anggaran untuk penanganan-penanganan perkara. Jadi tidak ada lagi alasan dalam menangani perkara, meminta uang dari pelapor. Ini tidak boleh, karena semua sudah dicukupi,” sambungnya.
Ia pun tak menepis kalau saat bertugas, dirinya masih mendapati ada oknum anggotanya yang nakal. Dan harus ditindak tegas. “Namun, memang walaupun sudah kita tekankan, masih ada juga satu-dua yang melakukan pelanggaran. Ini dilaporkan, dan ditindak tegas, baik kita pindah mutasi, turun pangkat, atau kita kenakan disiplin atau kode etik. Kalau memang terbukti pidana ya kita pidanakan. Polri kan tidak kebal hukum,” tuntasnya.(jenglen)




















