Perangkat Desa “Menjerit” Karena Siltap Empat Bulan Belum Cair, Ini Kata Mangala

Minahasa – Sebanyak 3.536 Perangkat Desa di 227 Desa se-Kabupaten Minahasa, “menjerit”. Pasalnya, Pengasilan tetap (Siltap) yang menjadi penghasilan mereka di Desa selama empat bulan berjalan, sejak Januari, Februari, Maret dan April, belum dicarikan.

Hukum Tua (Kumtua) Desa Touliang Oki Kecamatan Eris Jeane Pakasi, ketika dikonfirmasi Cybersulutnews.co.id terkait ini, membenarkan hal tersebut. Menurutnya, pihaknya sudah konsultasikan langsung hal tersebut ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa.

“Iya, memang sudah empat bulan belum dicairkan. Kami berharap Siltap tersebut bisa segera dicairkan, apalagi ditengah krisis COVID-19 saat ini, dimana Perangkat Desa yang luput dari segala jenis bantuan ini juga sudah sangat membutuhkan,” ujar Pakasi, yang kala itu bersama Kumtua Watumea Kecamatan Eris, Vanne Sepang.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Minahasa Dr Denny Mangala MSi, terkait hal kepada Cybersulutnews.co.id, Senin (27/04) pagi mengatakan, Siltap yang berasal dari Anggaran Dana Desa (ADD), akan segera dicairkan Selasa (28/04) besok ke rekening Desa.

“Untuk Siltap Perangkat Desa memang ada keterlambatan, dikarenakan Siltap tersebut berasal dari ADD dan ADD itu berasal dari 10 persen PAD (Pendapatan Asli Daerah, red) atau Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Nah, sejauh ini pemasukan disektor itu untuk Pemkab Minahasa, belum mencukupi untuk membayar Siltap Perangkat Desa,” terang Mangala, yang kala itu didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Jeffry Tangkulung AP MAP.

Sementara, Jeffry Tangkulung menambahakan, ada kewajiban yang harus dipenuhi oleh masing-masing Hukum Tua di Kabupaten Minahasa sebelum Siltap dicairkan yakni, memasukkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban selama empat bulan berjalan ini.

“Tentunya segala kewajiban juga harus dipenuhi Kumtua, agar Siltap segera dicairkan ke rekening Desa. Pencairan akan dimulai besok, setelah semua administrasi terpenuhi,” pungkasnya.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan