Minahasa – Upacara Adat menjadi awal perayaan puncak Hari Jadi Minahasa ke-598, yang digelar di Wale Ne Tou Tondano, Kamis (05/11) pagi.
Sebelum masuk pada prosesi sakral ada Minahasa tersebut, diawali terlebih dahulu dengan pagelaran budaya lokal, yang menampilkan pementasan Tari Maengket, Tari Kabasaran, serta pemasangan api dodika sebagai simbol budaya.
Kemudian, digelar lah Sidang Majelis Adat dari sembilan etnis suku di Minahasa, yang diikuti oleh sembilan tonaas dari masing-masing suku. Prosesi ini menonjolkan keluhuran budaya leluhur yang menjadi bagian penting dari sejarah pembagian wilayah di tanah Minahasa.
Selanjutnya dilanjutkan dengan penganugerahan jabatan dan gelar adat Tonaas Um Banua kepada Bupati Minahasa Tenggara, Ronald Kandoli, dan Bupati Minahasa Selatan Frangky Wongkar.
Usai itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa kemudian menggelar Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi Minahasa ke-598, dipimpin Ketua DPRD Minahasa Franky Wolayan SE, didampingi Wakil Ketua I Putri M Pontororing SS dan Wakil Ketua II Adrie Kamasi SH MH, serta Sekretaris DPRD, Fabian Mendur, yang mengusung tema “Pariwisata Maju, Ekonomi Tumbuh, Masyarakat Sejahtera”.
Rapat Paripurna ini dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Utara Dr Victor Mailangkay SH MH, Bupati Minahasa Dr Robby Dondokambey, SSi MAP, Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang SS MAP, dan jajaran Forkopimda Provinsi Sulut serta jajaran Forkopimda Minahasa.
Ketua DPRD Franky Wolayan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa atas kolaborasi selama ini, dan menyampaikan harapannya, semoga Kabupaten Minahasa semakin maju di usia yang baru.
“Selamat Hari Jadi Minahasa ke-598, semoga momentum ini membawa Minahasa semakin maju menjadi daerah pariwisata, mandiri, dan sejahtera,” ujarnya.
Kemudian, Bupati RD dalam sambutannya mengatakan, perjalanan panjang Minahasa menyimpan nilai perjuangan, kebersamaan, dan semangat pantang menyerah yang kini membuahkan berbagai capaian positif di berbagai sektor pembangunan.
“Memasuki usia ke-598 tahun, kita patut bersyukur karena berbagai upaya pembangunan yang telah dilaksanakan bersama mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan,” ujarnya.
Bupati lalu memaparkan sejumlah pencapaian dibawah kepemimpinannya bersama Wabup Vasung, diantaranya, pertumbuhan ekonomi Minahasa yang mencapai 5,58 persen hingga akhir tahun 2025, dimana hal itu meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, angka kemiskinan berhasil ditekan hingga ke posisi 5,88 persen, yang berada di bawah rata-rata nasional. Capaian ini turut dibarengi dengan realisasi retribusi sektor perdagangan per Oktober 2026 yang sudah melampaui target, yakni mencapai 118,7 persen atau sebesar Rp1.302.261.000,” terang Bupati.
Di bidang kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan pemerintahan desa, lanjut Bupati, Pemkab Minahasa mencatatkan sejumlah keberhasilan strategis, mulai dari penghargaan percepatan penurunan prevalensi stunting sepanjang tahun 2026, prestasi tingkat provinsi oleh Tim Penggerak PKK, hingga suksesnya pelaksanaan pemilihan hukum tua serentak di 129 desa serta peningkatan indeks desa dan BUMDes yang melampaui target RPJMD.
“Menjaga kesejahteraan warga dan stabilitas harga pokok, pemerintah daerah juga memperkuat perlindungan sosial dengan meningkatkan kuota penerima bantuan pangan menjadi 34.544 penerima, menyalurkan beras gratis bagi masyarakat kurang mampu di 25 kecamatan, serta menggelar gerakan pangan murah,” imbuhnya.
Pada sektor pariwisata dan olahraga, peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara terus didorong seiring dengan penetapan warisan budaya tak benda dan cagar budaya oleh Kementerian Kebudayaan RI. Di bidang olahraga, Minahasa sukses mencatatkan lompatan prestasi pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Utara.
“Pada tahun sebelumnya Minahasa hanya mencapai peringkat kelima, tetapi luar biasa kali ini kita berhasil meraih juara dua pada Porprov Sulawesi Utara 2025 setelah Manado. Pemerintah daerah memberikan apresiasi berupa bonus bagi para atlet dan pelatih yang berprestasi,” tukasnya.
Di sektor infrastruktur dan pelayanan publik, Pemkab Minahasa kini tengah membangun Mall Pelayanan Publik, pengoperasian gedung baru RSUD Dr Sam Ratulangi, pengembangan laboratorium kesehatan masyarakat yang telah diresmikan, serta memperjuangkan revitalisasi Stadion Maesa.
Bupati juga menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat terhadap berbagai program strategis di Minahasa, termasuk Sekolah Taruna Nusantara, Sekolah Rakyat, Desa Asri, Desa Wisata, serta Kampung Nelayan Merah Putih di Bukittinggi yang baru diluncurkan.
“Kami juga berkomitmen mempertahankan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel dalam penyelenggaraan pemerintahan. Patut disyukuri karena Pemkab Minahasa berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK RI untuk yang ke-12 kalinya secara berturut-turut,” pungkasnya.
Sementara, Wagub Victor Mailangkay, menyampaikan pesan ucapan selamat hari jadi Minahasa ke-598 dari Gubernur Yulius Stevanus. Kata dia, momentum hari jadi ini bukan hanya sekedar perayaan dan seremonial, tapi juga tentang bagaimana mengenang perjalanan daerah dan perjuangan para pendahulu yang telah membawa Minahasa menjadi daerah yang berkembang hingga saat ini.
“Saya mengajak kepada Pemkab Minahasa dan seluruh masyarakat agar potensi daerah Minahasa yang ada saat ini, dapat dikelola dan dimanfaatkan untuk mendorong kemajuan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Acara kemudian diakhiri dengan pemasangan kue Hari Jadi Minahasa ke-598 oleh Bupati dan Wakil Bupati, disaksikan oleh Wagub Sulut dan semua yang hadir.
Tampak hadir pula dalam acara ini sejumlah kepala daerah di Sulut, sejumlah Ketua DPRD dari sejumlah daerah di Sulut, jajaran anggota DPRD Minahasa, jajaran pejabat Pemkab Minahasa, para hukum tua dan lurah se-Minahasa, serta tamu undangan lainnya.(Advetorial)






























