
MITRA. Menghilangnya pupuk bersubsidi akhir-akhir ini, terkhusus didaerah Minahasa Tenggara (Mitra), membuat masyarakat yang mayoritas petani mengeluh. Pasalnya jenis pupuk Phonska yang sangat dibutuhkan petani, kini susah didapatkan didaerah ini.
Terkait dengan menghilangnya pupuk bersubsidi itu, ditanggapi Sekertaris Daerah (Sekda) Ir B.A Tinungki M.Eng, selaku Komisi Pengawasan Perlindungan Pupuk dan Pestisida (KP3A) Pemkab Mitra, mengatakan kalau urusan kelangkaan tersebut, tanya saja ke instansi yang terkait, lantaran mereka yang lebih tahu keadaan dilapangan.
“Coba tanya saja keinstansi terkait, karena mereka yang lebih tahu tentang hal itu,” katanya. Terkait tugasnya sebagai pengawas pupuk bersubsidi, dia mengaku bahwa fungsi pengawasan KP3A itu, sampai saat ini berjalan dengan baik. “Sampai saat ini tugas sebagai KP3A Berjalan dengan baik. Hanya saja, yang kami awasi apa pupuk itu kegunaannya dimasyarakat aman atau tidak, demikian pula halnya dengan pestisida,” jelasnya.
Jadi menurutnya, pihaknya tidak mempunyai kewenangan lebih terkait tugas yang diembannya sebagai KP3A. Dia menyebutkan, tersalur dan tidaknya pupuk maupun pestisida itu tergantung dari pihak perusahaan yang menggunakan agent disetiap daerah. “Itu kewenangan sepenuhnya dari pihak perusahaan. Mungkin, permintaan terkait pupuk itu didaerah ini belum masuk sehingga menyebabkan kekurangan stok,” kata dia lagi.
Terkait hal ini, ketua LSM Gema Mitra, Vidy Ngantung menyerukan pemerintah untuk dapat memperhatikan nasib para petani, terkait kelangkaan pupuk didaerah ini. “Kalau pemerintah hanya berdiam diri, pastinya kelangkaan pupuk ini akan menjadi mimpi buruk bagi hasil pertanian didaerah ini,” tukasnya. (Alfian Tompunu)




















