
Manado- Penyaluran kredit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) oleh perbankan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengalami penurunan.
Kepala Kantor Bank Indonesia (BI) perwakilan Sulut, Luctor Tapiheru mengatakan penyaluran kredit ke UMKM yakni untuk usaha mikro, kecil dan menengah.
“Penurunan pemberian kredit yakni pada usaha kecil sebesar 9,64 persen dari Rp2,266 Triliun menjadi Rp2,048 T, jika dibandingkan tahun yang lalu pada periode yang sama (yoy),” kata Tapiheru.
Katanya, pada dasarnya tidak terjadi penurunan namun banyak usaha kecil yang naik tingkat menjadi usaha menengah.
“Peningkatan usaha yang ditunjukkan oleh industri kecil di Sulut menandakan hal yang positif sehingga perbankan juga menaikkan kuota pinjamannya ke lebih besar lagi,” jelasnya.
Karena usahanya semakin besar, katanya jadi skala pinjaman menjadi lebih besar pula.
Lanjut ia jelaskan, kredit UMKM hingga posisi bulan September 2013 sudah mencapai Rp6,188 T naik 10,02 persen dari periode yang sama tahun lalu hanya Rp5,624 T.
“Untuk usaha mikro telah tersalur sebesar Rp1,093 T naik 12,86 persen dari Rp968,7 Miliar dan usaha menengah naik cukup signifikan menjadi Rp3,046 T atau naik 27,52 persen dari tahun lalu hanya Rp2,389 T,” jelasnya.
Jadi, kata Luctor tidak ada penurunan penyaluran kredit ke UMKM namun hanya beralih ke skala pinjaman yang lebih besar lagi.(Nancy)




















