Sulut Belum Konsisten Kembangkan Sektor Unggulan

 

Kepala BI Perwakilan Sulut, Luctor Tapiheru
Kepala BI Perwakilan Sulut, Luctor Tapiheru

Manado – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (sulut) belum konsisten kembangkan sektor unggulan daerah untuk meningkatkan perekonomian. Kepala Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulut Luctor Tapiheru mengatakan Bank Indonesia menyoroti belum konsistennya pengembangan sektor yang yang menjadi andalan Sulut.

“Beberapa sektor unggulan seperti kelapa, pala dan sektor perikanan tidak mengalami peremajaan dan diolah untuk meningkatkan nilai tambah,” ujar Tapiheru.

Terkait dengan pengembangan ekonomi Sulut sendiri, menurut Tapiheru, Bank Indonesia tengah menyiapkan rekomendasi untuk Provinsi Sulut yang pada tahun ini akan merayakan usia emas, 50 tahun. “Rekomendasi itu rencananya diberikan kepada Gubernur Sulut sebagai salah satu bahan pertimbangan pengembangan ekonomi Sulut 2014,” tandasnya.

Tapiheru mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan berbagai kalangan dari universitas dan perbankan untuk merumuskan permasalahan dan potensi perekonomian yang dapat dikembangkan di Sulut. “Perlu merapatkan barisan untuk membangun Sulut ke depan. Kami membentuk forum ekonomi regional yang terdiri dari para akademisi, perbankan, pelaku usaha dan pemerintah untuk melakukan sinergi dan koordinasi,” ujarnya.

Tapiheru menuturkan, salah satu persoalan yang nampak ialah masih minimnya koordinasi antara pemrov dan pemda. Selain itu, persoalan lain yang diangkat dalam rekomendasi ialah pengembangan UMKM, pengembangan nilai tambah komoditas dan pembangunan pusat ekonomi baru. Menurutnya, kehadiran KEK Bitung akan menarik banyak investasi masuk ke Sulut, sehingga semua wilayah di Sulut perlu mendukung dengan mengoptimalkan potensi yang dimiliki.

Sejalan dengan itu, UMR Sulut yang ditetapkan Rp1,9 juta juga akan menarik banyak tenaga kerja dari luar untuk bekerja di Sulut, sehingga persaingan tenaga kerja menjadi tak terelakkan. “Sulut punya KEK Bitung, sehingga dukungan dari wilayah sekitar Bitung penting. Kalau tidak ada dukungan, maka KEK akan lebih dimanfaatkan wilayah lain seperti Gorontalo dan Sulteng,” paparnya.(nancy)

Tinggalkan Balasan