Naura Diduga Diculik di Arena Bermain Multimart Megamas Manado

Manado – Sunindahyani tampak sedih saat datang ke Mapolresta Manado, Rabu (16/7/2014). Ia juga gelisah dan khawatir karena putrinya semata wayangnya yang berusia 2 tahun, Naura Rakilah, tak lagi berada bersamanya.

Naura diduga diculik saat bermain di kawasan bermain Fun World Multimart Megamas, Selasa (15/7/2014) sekitar pukul 19.30 Wita. Keberadaan terakhir Naura sempat terekam kamera kontrol (CCTV). Dua orang, pria dan wanita, serta anak lainnya tampak bersama Naura.
“Kita khawatir sekali, apalagi dia suka minum di dot. Dia menangis kalau tidak ada dotnya,” kata Indah dengan suara terbata-bata.
Menyaksikan rekaman CCTV, perempuan 23 tahun itu sangat sakit hati terhadap dua orang yang membawa Naura. Putrinya itu selalu ramah kepada siapa saja. Ia sangat berharap anaknya segera dikembalikan.
“Kasih pulang jo kita pe anak. Kalau memang tidak berani bertemu dengan kita, nyanda apa-apa. Tolong kasih kembali kita pe anak di Multimart atau di sekuriti, mereka sudah tahu itu,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Indah sempat memperlihatkan foto putrinya kepada sejumlah media. Tampak Naura yang berkulit putih dan manis ini tersenyum. Sony Fahri (30), suami Indah, juga tampak sedih melihat foto itu.
Sebagai ayah, Sony sangat terpukul. Apalagi Naura anak satu-satunya mereka. Ia berharap bila ada warga yang melihat atau mengetahui keberadaan anaknya yang dibawa kedua pelaku agar segera menghubungi kantor polisi terdekat atau bisa langsung menghubunginya di nomor 085255457431.
Naura berada di tempat bermain itu karena di situlah Indah bekerja. Adapun Sony juga bekerja di tempat yang sama tapi bertugas di lantai bawah. Dalam tayangan CCTV, Naura awalnya seperti dibujuk oleh sang lelaki berkaos kuning.
“Awalnya setelah berbuka puasa dengan de pe papa beli makanan. Habis makan, dia bermain di Fun World. Saat main dia bawa ayam ke sana ke mari. Kita ada kerja di butik dan duduk di situ kita lihat (Naura) masih ada main ke sana ke mari. Nanti jam 7 lewat kita sudah tidak lihat,” kata Indah mengenang situasi terakhir.
Mengetahui anaknya sudah tidak berada di arena permainan, Indah mencari anak semata wayangnya di sekitar arena permainan namun tak juga ditemukan. Namun ada orang yang memberitahukanya bila anaknya turun ke lantai satu bersama seseroang.
“Ada orang bilang, ada ibu-ibu tubuhnya gemuk gunakan kaos putih bujuk kita pe anak turun ke bawah. Kita pe anak nintau turun ke bawah kecuali dengan kita. De pe papa ada kerja di Multimart juga di bagian bawah. Kita SMS de pe papa,” tuturnya.
Keduanya pun mulai mencari Naura mulai dari lantai satu hingga lantai tiga, namun tak juga menemukannya. Bahkan keduanya pun sudah menanyakan ke petugas keamanan, namun tak mengetahuinya sama sekali. “Kita tanya di bagian customer service (CS) tapi bilang di Galael. Kita turun dan kita lihat tidak ada. Kita minta tolong ke bagian CS untuk melihat di CCTV, tapi yang menjaga bilang de pe orang sudah pulang. Mereka bilang, besok jo neh; mereka cuek sekali,” keluhnya.
Dengan putus asa, Indah dan Sony mencari anaknya hingga pukul 23.00 namun tak kunjung menemukan. Keesokan harinya, keduanya datang melapor ke Polresta Manado.
Dalam rekaman CCTV, terlihat Naura keluar sendiri menuju daeran permainan. Tak lama kemudian seorang wanita dewasa yang mengenakan kostum sepak bola putih keluar dan membujuknya masuk ke arena permainan.
Tak lama kemudian, wanita tersebut bersama seorang pria dewasa mengenakan kaos kuning dan celana pendek selutut hitam menggendong anak kecil keluar dari arena permainan. Sedangkan sang wanita menggandeng Naura keluar dari arena permainan.
Kapolresta Manado Komisaris Besar Sunarto mengatakan, pihaknya sementara mencari sang pelaku. Ia mengaku sudah melihat rekaman CCTV tersebut. Ia juga menyayangkan kelalaian orangtua dalam menjaga anak.(tmc/eve)

Tinggalkan Balasan