Dana Pembangunan Tol Manado-Bitung Rp 1 Triliun Masih Tertahan

Manado – Rencana pembangunan tol Manado-Bitung tersendat. Pembebasan tanah masih menjadi masalah yang rumit diselesaikan. Satu titik tanah yang jadi persoalan berada di simpang Sukur, lokasi yang direncanakan menjadi jalur masuk keluar (on/off) tol atau bahasa teknisnya disebut Kuping Sukur.
Satgas Pembebasan Lahan Tol, JWT Lengkey mengakui tanah tersebut belum bebas. Seharusnya dalam kesepakatan lokasi itu menjadi tanggung jawab Pemkab Minut dalam hal penyediaan dana pembebasan lahan.
Menurut Lengkey, tanah yang akan dibebaskan kurang lebih 7 kilometer, namun dampaknya cukup luas dalam kelanjutan proyek tol tersebut. Jika belum beres dana loan dari Cina sebesar Rp 1,1 triliun belum bisa dicairkan. Dana tersebut akan mebiayai pembangunan tol sepanjang 13,5 kilometer atau dari Manado sampai Airmadidi.

“Dana itu nanti akan digunakan untuk membiayai jalan tol Manado-Bitung. Dari pihak Cina inginkan semuanya beres dulu termasuk yang pembebasan yang di Kuping Sukur itu,” jelasnya .
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sulut JE Kenap mengungkapkan, soal pembebasan lahan simpang Sukur tersebut akan diklarifikasi oleh Pemprov Sulut ke Pemkab Minut soal dananya. Namun rencana klarifikasi batal setelah perwakilan Pemkab Minut absen dalam rapat pembahasan tol di Ruang WOC baru-baru ini.

“Sebenarnya dalam rapat kali ini kita mau minta klarifikasi kembali, karena hasil koordinasi dengan Minut, mereka akan bayar di simpang Sukur. Ini mau klarifikasi pemda, masih biayai atau tidak, ada uang tidak?” ungkapnya.

Dari informasi diperoleh Tribun Manado, dibutuhkan dana sebesar Rp 10 miliar untuk pembebasan lahan. Kenap mengatakan, kalau memang dananya tidak ada, Pemprov Sulut akan mengambil alih meski harus putar otak lagi menyiapkan dana. “Kalau tidak ada uang, nanti Pemprov cari akal. Kita akan siapkan,” sebut dia.(tmc/eve)

Tinggalkan Balasan