Berkat Lobi JGKWL, Minahasa Utara Satu-satunya di Indonesia Timur Jadi Lokus Kegiatan

KLABAT – Upaya meminalisir dampak bencana di wilayah pesisir Likupang Barat yang sudah jalan tahun kedua, tapi nampak seperti tak bergaung.

Kepala Dinas Kelautan Perikanan Minut Jack Paruntu, menyebutkan program berupa Pengembangan Daerah Pesisir Tangguh di mana Pemkab Minahasa Utara (Minut) dalam hal ini Bupati JG berhasil meyakinkan Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) sehingga kegiatannya boleh dilaksanakan di pesisir bumi Klabat.

“Puji Tuhan, program Pengembangan Daerah Pesisir Tangguh yang digagas KKP boleh berlanjut di tahun yang kedua. Dan paling bikin bangga lagi adalah Kabupaten Minahasa Utara merupakan satu-satunya di Indonesia Timur menjadi lokus kegiatan ini,” jelas Paruntu.

Lanjutnya, ini tidak lepas dari peran Bupati JG yang intens melakukan lobi-lobi serta membangun komunikasi dengan pemerintah pusat dalam hal ini KKP.

”Berkat lobi-lobi yang dilakukan Pak Bupati, program ini boleh berlanjut ke tahun kedua dengan lokasi yang tetap sama, yakni di desa Bahoi dan Serei, Kecamatan Likupang Barat.

Lebih hebatnya lagi, proyek ini tidak menyentuh APBD sepeser pun. Semuanya murni APBN,” ungkap Kadis Perikanan Minut.

Menjadi bukti, jika JGKWL tak pernah tutup mata dengan warga pesisir dengan terselenggaranya kegiatan yang sepenuhnya melibatkan kelompok masyarakat.

”Bupati JG tak pernah lupa dengan masyarakat pesisir. Bahkan, selain memberi manfaat jangka panjang, lewat kegiatan ini masyarakat pesisir boleh dapat lapangan pekerjaan, karena semua kegiatan fisik dipercayakan kepada kelompok masyarakat setempat,” sebutnya.

Oleh karena itu, ia berharap dukungan masyarakat akan terus mengalir ke JGKWL sehingga semakin banyak terobosan yang boleh dibuat.

Perlu diketahui, kegiatan yang telah direalisasi lewat program Pengembangan Daerah Pesisir Tangguh tahun pertama:

Pembangunan Tanggul Akses Wisata [Desa Serei]

Pembuatan Jalan Akses Wisata [Desa Serei]

Pembangunan Jalur Evakuasi [Desa Bahoi]

Pelatihan Pemasaran [Desa Bahoi]

Pembangunan Talud Pemecah Ombak [Desa Serei dan Bahoi]

Pembangunan Drainase [Desa Serei dan Bahoi]

Sosialisasi Cinta Ekosistem Pantai [Desa Serei].(FerdinandRanti)

Tinggalkan Balasan