Bus Sekolah Mitra Diduga Dikomersilkan, Sopir Ancam Demo

Mitra-Bus sekolah yang diberikan pemerintah untuk mengantar jemput anak sekolah diduga disalahgunakan Pemerintah Kabupaten Mitra dalam hal ini Dishubkominfo.

Pasalnya, pihak Dishubkominfo diduga sering menyewakan bus tersebut kepada masyarakat untuk diambil keuntungan.

Hal tersebut mendapat penolakan keras dari supir se-Mitra. Dan para supir pun berencana akan melakukan aksi demo.

Ketua aliansi supir Tombatu-Langoan Albert Poluan mengatakan, bus sekolah itu harus digunakan sesuai fungsinya bukan sembarang di komersilkan.

“Ini bus untuk anak sekolah bukan untuk masyarakat umum.Menurut kami, para instansi Dishub sudah seenaknya menyewakan bus tersebut kepada masyarakat umum untuk mendapatkan keuntungan. Kami tidak bisa menerimanya,” tegas Poluan.

Diakui Poluan, akibat sering disewakan bus sekolah tersebut, membuat mereka rugi.

“Kami sangat dirugikan. Sebab yang sebenarnya penumpang itu untuk kami para supir. Tapi secara tidak langsung sudah dirampas oleh pihak Dishub. Jadi yang pasti kami sudah menyurat ke kantor DPC Organda Mitra untuk mendampingi kami melakukan aksi demo damai pada hari Selasa (04/08),” jelasnya.

Dia pun mempertanyakan, uang hasil sewah bus sekolah dari masyarakat itu, diperuntukan buat apa dan siapa. “Jika dihitung, tidaklah sedikit pendapatan yang diterima oleh pihak Dishub. Biasanya sehari, bus tersebut disewah dengan harga Rp850 ribu. Uang tersebut dikemanakan?,” tanya Poluan.

Sementara itu Ketua DPC Organda Mitra Alfian Tompunu menyatakan sikap mendukung akan aspirasi dari sopir-sopir yang ada di Mitra. Karena menurutnya itu adalah tugas dan tanggung jawabnya untuk memperhatikan akan keluhan supir yang ada di Mitra.

“Saya selaku ketua DPC Organda Mitra akan turut bersama-sama menyampaikan aspirasi teman-teman sopir ke Bupati Mitra James Sumendap untuk mengkaji ulang mengenai fungsi bus sekolah tersebut.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi Kepala Dishubkominfo Bernard Mokosandip melaluiKapala Bidang Angkutan Darat Max Wurangian tidak menampik bahwa mobil tersebut dikomersilkan.

“sekarang memang bus tersebut sering disewakan.Dulu sempat bus tersebut digunakan untuk mengantar serta menjemput anak sekolah. Tapi sekarang tidak lagi. Memang bus tersebut harus dijadwalkan kembali jam antar dan jemputnya. Tidak bisa tidak,” terang Wurangian.

Dirinya pun mengaku sudah mendengar aksi demo yang akan dilakukan oleh pihak aliansi sopir di Mitra.

“Memang mereka berhak menyuarakan hak mereka ke pihak Dishub dan Bupati James Sumendap,” terangnya. (Alfian Jay)

Tinggalkan Balasan