by

Dibuka Sekda Muntu, Kabupaten dan Kota se-Sulut Rakor EPRA di Minahasa

Minahasa – Seluruh Kabupaten dan Kota di Sulawesi Utara (Sulut), menggelar rapat koordinasi (Rakor) mengenai Evaluasi dan pengawasan Realisasi Anggaran (EPRA) Triwulan III Tahun Anggaran 2020, Selasa (27/10) pagi, bertempat di Yama Resort Tondano.

Rakor ini dibuka Bupati Minahasa Dr Ir Royke Octavian Roring MSi melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Frits R Muntu SSos, dan dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur DR Asripan Nani MSi, Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setdaprov Sulut Abdullah Mokoginta SH MSi, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekdakab Minahasa Ir Wenny Talumewo, Kepala BPKAD Kabupaten Minahasa Drs Hanes D Wagey MBA, Kepala Bapelitbangda Kabupaten Minahasa Philip Siwi SE, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setdakab Minahasa Meldy Lumintang ST MT dan Tim EPRA Kabupaten/ Kota se-Sulut.

Muntu saat membacakan sambutan tertulis Bupati ROR mengatakan, pelaksanaan Pemerintahan Daerah dengan Paradigma yang baru berdasarkan Undang-undang nomor 23 tahun 2014, khususnya Pengelolaan Keuangan Daerah, dilakukan secara efektif, efisien, transparan, akuntabel, tertib, adil, patut, dan taat pada peraturan Perundang-undangan.

“Hal ini berrtujuan untuk menyeragamkan serta meningkatkan pengelolaan anggaran, khususnya Pemerintahan Pusat maupun daerah, dalam rangka mempercepat pelaksanaan program atau kegiatan pada DPA Perangkat Daerah di tiap Kabupaten/ Kota se-Sulut,” kata Muntu.

Anggaran merupakan topik yang sensitif dan banyak mendapat Sorotan publik kata Muntu. Menurutnya, penyerapan anggaran yang lambat dapat menyebabkan menumpuknya anggaran yang tidak terealisasi hingga akhir tahun. Selain itu, pelaksanaan program dan kegiatan tidak sesuai jadwal, dikarenakan banyak faktor serta kekurangan pemahaman terhadap implementasi peraturan Pemerintah.

“Keseluruhan kendala ini, menunjukan kurang matangnya tahap perencanaan serta evaluasi kegiatan yang berakibat pada rendahnya penyerapan anggaran dan realisasinya,” ujarnya.

Lanjut kata dia, Rakor EPRA ini memiliki peran penting dalam pencapaian kinerja di Kabupaten/Kota, terutama pencapaian realisasi keuangan maupun fisik. Untuk itu, rakor ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk mempercepat penyerapan anggaran, sesuai dengan perencanaan yang tertuang dalam dokumen perencanaan, serta menyelaraskan serapan anggaran dan pembangunan fisik yang bersumber dari dana APBN dan APBD, sesuai dengan Kepres nomor 20 tahun 2015, tentang Evaluasi Dan Pengawasan Realisasi anggaran APBN dan APBD.

“Seperti yang diambil pada Rakor EPRA kali ini yakni, evaluasi realisasi anggaran terhadap program dan kegiatan sesuai refocus dan realokasi anggaran akibat pandemi COVID-19, yang mengacu pada Instruksi Presiden nomor 4 tahun 2020, tentang refocusing kegiatan, realokasi anggaran serta pengadaan barang dan jasa dalam rangka percepatan penanganan COVID-19, sehingga tidak terjadi keterlambatan dalam pelaksanaan pembangunan yang bersifat strategis dan sangat diperlukan oleh masyarakat di Sulut sesuai dengan ketersediaan anggaran yang ada,” pungkasnya.

Sementara, dalam kesempatan ini juga, Tim Kesenian Ikatan Waraney Wulan Minahasa dibawa Pimpinan Johana Karlina Roring BSBA, menampilkan tarian Uka Kaukau.(fernando lumanauw)

Comment

Leave a Reply

News Feed