Manado – Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE beberapa hari terakhir menyetir mobil sendiri dalam melakukan aktivitas. Terekam pada Sabtu (06/06/2020) akhir pekan silam, orang nomor satu di Sulut ini mengemudikan mobil Jip Wrangler untuk menghadiri kegiatan penyaluran santunan bagi ahli waris pekerja keagamaan di Kantor Gubernur.
Hal yang sama juga dilakukan Gubernur Olly saat mengangkut kopra dari ‘tampa fufu’ (sebutan untuk tempat pembuatan kopra) milik keluarga di Desa Kolongan Kabupaten Minahasa Utara, dan menyetir sendiri kendaraan dumtruck ‘voor batibo’ (jualan) kopra di Bitung.
Gubernur Olly ikut ditemani sang istri, Ibu Ir Rita Maya Dondokambey Tamuntuan untuk menjual hasil kopra yang diolah mereka sendiri dari kebun milik keluarga.
Sebanyak 4,12 ton kopra milik keluarga ini diangkut sendiri Gubernur Olly untuk dijual ke PT Multi Nabati Sulawesi Bitung.
Masuk ke wilayah Kota Bitung, tepatnya di Wangurer, Bitung, Gubernur Olly menghentikan sejenak kendaraan dump truck merah yang dikendarainya guna mengurus surat jalan sebelum menuju pabrik penjualan kopra.
Sampai di lokasi pabrik, kopra yang diangkut Gubernur Olly dan istri dibeli dengan harga Rp7.150 per Kg. Diapun berkesempatan melihat langsung proses pembelian kopra yang dilakukan pihak pabrik.
“Saya kira kegiatan pagi hari ini saya langsung dari tampa fufu membawa kopra ke pabrik untuk dijual, supaya kita bisa melihat secara langsung mutu kopra itu sendiri dan berkonsultasi dengan pabrik, bagaimana meningkatkan hasil mutu kopra petani, sehingga harganya juga bisa maksimal dan masyarakat mendapatkan manfaat yang lebih baik,” ungkap Gubernur Olly.
Gubernur Olly minta masyarakat tidak takut menjual kopra berkualitas baik ke pabrik.
“Melihat secara langsung kegiatan ini, ternyata berjalan dengan baik, sehingga petani di Sulut jangan takut seluruh produk kopra mereka pasti dibeli oleh Wilmar, yang penting mutunya kita akan jaga terus, supaya kadar airnya tambah lebih baik, sehingga manfaat buat kita semua, bisa kita rasakan secara langsung,” terang Gubernur Olly.
Pada kesempatan itu, Gubernur Olly juga mengajak masyarakat untuk terus mematuhi protokol kesehatan saat menjalankan aktivitas guna mencegah penyebaran Covid-19 di Sulut.
“Masyarakat jangan berhenti beraktifitas ekonomi, tapi syarat-syarat yang diminta pemerintah untuk melakukan standar Covid-19. Seperti hari ini, pabrik ini bisa berjalan dengan baik, tapi semua menggunakan masker, semua menggunakan standar Covid-19 sesuai yang dianjurkan oleh pemerintah, sehingga pabrik ini tidak diam, dan saya juga mengharapkan masyarakat juga begitu,” ujar Gubernur Olly.
“Semua harus mengikuti standar Covid-19 agar supaya kegiatan ekonomi di Sulut itu berjalan, karena virus Covid-19 ini setali tiga uang, dengan kegiatan ekonomi kita, harus berjalan bersama sama. Kita lawan virus Covid-19 ini dan ekonomi kita juga, harus kita jaga dan jangan kita takut sambil kita memproteksi diri kita,” tutup Gubernur Olly.

























