DPRD Minut Belum Bahas Anggaran Tokoh Agama

Minut – Kunjungan para tokoh-tokoh agama yang tergabung dalam FKUB Minahasa Utara ke Timur Tengah beberapa waktu lalu terus menuai kontroversi.

Anggota Dewan Minut Denny Sompie menuding, para tokoh – tokoh agama ini berangkat dengan “dana siluman”.

Denny mengatakan, dana keberangkatan tersebut belum dibahas Dewan. “Belum kami bahas,” kata politisi PKPI ini kepada wartawan.

Dana untuk para tokoh agama, ungkap Denny, nanti tertata saat pergeseran. Namun, anehnya, para tokoh agama telah berangkat sebelum diadakan pergeseran. “Itu dana dari mana,” tanya Denny.

Selain cacat administrasi, Denny menilai, keberangkatan para tokoh agama tersebut cacat substansi.

Menurut dia, maksud kunjungan tersebut seperti yang dikatakan para anggota delegasi yakni agar warga Minut bisa memahami realita di Timur Tengah bukanlah hal urgent.

Hal yang urgent, kata Denny, adalah pembangunan fasilitas peribadatan serta peningkatan kesejahteraan para pendeta.
“Di wilayah Likupang sana, masih banyak rumah ibadah yang memprihatinkan,” ujarnya.

Denny juga mengkritik mekanisme pemberian bantuan pada para hamba Tuhan yang tidak adil. Hal tersebut pernah memicu ketidakpuasan sejumlah hamba Tuhan beberapa tahun lalu.
“Mereka pernah datang kemari untuk protes,” kata dia.

Saat ini, ujar Denny, sistem pemberian bantuan telah berubah, yakni bantuan harus lewat proposal. Dewan telah mengusulkan anggaran untuk itu sebesar Rp 2 miliar rupiah.

“Untuk itu, harus adil, serta hendaknya dana tersebut digunakan untuk kegiatan yang substantif,” katanya.

Keberangkatan para hamba Tuhan ini memang memicu kontroversi. “Amat disayangkan, uang sebanyak itu terbang ke Timur Tengah, padahal itu bisa digunakan untuk membangun Minahasa Utara,” kata John Mamahit pemerhati masalah sosial.

Menurut John, ada hal-hal lain yang lebih urgent ketimbang isu Timur Tengah seperti isu kemiskinan, sosial maupun lingkungan hidup. “Di Minahasa Utara masih banyak Togel, budaya mabuk serta penyakit masyarakat lainnya, itulah yang harus digumuli, kata dia.

Kabag Humas Minut Sem Tirayoh beberapa waktu lalu mengatakan, perjalanan tersebut bertujuan ganda yakni untuk memberi pemahaman pada warga Minut tentang kondisi timur tengah serta mengenalkan kedamaian di Minut pada dunia internasional.

Sem membantah itu upaya buang-buang duit. “Tujuannya jelas,” kata Sem. (tcm)

Tinggalkan Balasan