Manado – Pernah mengaku sebagai gadis cantik yang siap dilamar, Djouhari Kansil menasbihkan diri sebagai ‘gadis murahan’. Stigma gadis murahan tersemat setelah Kansil melakukan pendaftaran di DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) sebagai bakal calon wakil gubernur yang akan diusung partai berlambang banteng gemuk di Pilkada Sulut tahun 2015 meski sebelumnya tak masuk dalam 19 nama yang diundang.
Pengamat Politik jebolan Fisipol UGM, Taufik Tumbelaka mengatakan, Kansil seharusnya memiliki mental sebagai gadis cantik yang siap dilamar seperti, yang pernah dikatakan orang nomor dua Sulut tersebut. Dengan mendaftarkan diri di PDIP setelah polemik tak terakomodir dalam 19 nama bakal calon diundang, membuktikan Kansil ‘tak cantik’ tapi justeru murahan.
“Pendaftaran ke DPP PDIP memberi kesan di publik bahwa Kansil memaksakan diri untuk diakomodir. Pasalnya, meski diundang PDIP, namun undangan dilayangkan setelah terjadi polemik tak terakomodirnya Kanssil di 19 nama. Ini ibarat gadis cantik yang datang kepada seorang pria minta dinikahi,” ujar Tumbelaka.
Seogianya, menurut Tumbelaka, Kansil bisa membaca arah angin. Tak masuknya Kansil di 19 nama, lanjut Tumbelaka, menggambarkan PDIP sebenarnya tidak melirik mantan Kadis Diknas Sulut. “Jika sadar diri sebagai gadis cantik, Kansil harus percaya bahwa banyak Partai Politik lain yang siap meminangnya dan tak perlu memaksakan diri di PDIP,” hemat putra Gubernur Pertama Sulut ini.
Gubernur Sulawesi Utara, Sinyo Harry Sarundajang (SHS) sendiri tidak memberikan pernyataan eksplisit mendukung Kansil untuk maju bertarung di Suksesi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut tahun 2015 ini. Ditanya wartawan, Rabu (08/07) usai acara penyerahan Dokumen Perijinan Bidang Pertambangan Mineral dan Batubara di kantor Gubernur Sulut, soal dukungannya kepada Kansil, SHS tak menjawab dan hanya mengalihkan pembicaraan. “Tak ada perasaan,” ujar SHS menjawab pertanyaan wartawan yang menanyakan perasaanya terkait pendaftaran Kansil di DPP PDIP.
Diketahui, Djouhari Kansil, Selasa (07/07) malam melakukan pendaftaran dan pengisian formulir berkas pencalonan dirinya sebagai bakal calon wakil gubernur di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-Perjuangan.Pada besok harinya, Rabu(08/07), Kansil juga memenuhi undangan untuk melakukan tes psikologi, tes tertulis dan wawancara bertempat di Kantor DPP-PDIP jalan Diponegoro Jakarta. Setiap bakal calon termasuk Kansil, dikenakan biaya RP. 10.000.000/orang dalam tes ini.
Kamis, (09/07) sore, Kansil tiba di Manado dan langsung menemui awak media untuk menjelaskan bahwa dirinya
sudah dipinang oleh PDIP dengan memenuhi undangan bakal calon wakil Gubernur untuk mendampingi Olly Dondokambey Desember
mendatang.
”Semuanya saya bersyukur kepada Tuhan dalam keadaan sehat walafiat. Dan kepada pengurus DPD-PDIP maupun DPP-PDIP yang telah mempercayakan dengan mengundang saya untuk bertarung pada pilgub desember mendatang , tak lupa saya ucapkan terima kasih pula kepada tim 7 penjaringan PDIP yang telah mengundang saya,” kata Kansil.
Dijelaskan Kansil, ada 12 bakal calon wakil gubernur yang mengikuti Fit and Proper Test (uji kelayakan dan kepantasan) yang diselenggarakan oleh tim penjaringan DPP PDI Perjuangan.
”Nanti tinggal menunggu hasilnya tetapi belum tahu kapan akan di umumkan oleh DPP-PDIP. Itu kita berdoa saja agar semua berjalan dengan lancar. Prinsip saya, biarlah bagaikan air yang mengalir, nantinya kalau Tuhan berkehendak tentu kita aminkan semuanya,” ujar Kansil ketika ditanya peluangnya untuk terakomodir.
Bagian lain, Pengamat Politik dan Pemerintahan Taufik Tumbelaka menyayangkan sikap Djouhari Kansil sebagai calon wakil gubernur Sulut PDI Perjuangan yang memenuhi undangan partai berlambang kepala banteng moncong putih tersebut.
Pasalnya, sebagai seorang wakil gubernur yang masih aktif, seharusnya beliau (Kansil) bisa meminta permakluman kepada PDIP untuk memenuhi undangan pencalonan dirinya diluar hari kerja.
“Mendaftar di hari kerja bisa menimbulkan tanggapan negatif, seharusnya Kansil bisa meminta permakluman kepada PDI Perjuangan untuk memenuhi undangan pada hari Jumat, Sabtu atau Minggu atau pada hari yang tidak sibuk bukan pada hari kerja,” tegas Tumbelaka.
Dia juga menyayangkan meski mendapat undangan khusus dari DPP PDIP sebagai kandidat calon wakil gubernur Sulut Dr Kansil dinilai sebagai cawagub istimewa karena Keistimewaan Kansil sebagai cawagub tersebut merupakan incumbent dibanding dengan calon lainnya.
Karena keistimewaan itu seharusnya Kansil harus hati-hati mengambil sikap dalam memenuhi undangan di hari kerja.“Seharusnya dia (Kansil) bisa meminta pemakluman kepada PDIP,” katanya.
Seperti diketahui, dari informasi yang didapat, Kansil telah memenuhi undangan PDIP guna mendaftar sebagai cawagub Sulut, namun disayangkan itu dilakukan dihari kerja.





















