Manado – Prevalensi stunting di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) alami penurunan. Hingga akhir 2024, angkanya mencapai 20,8 persen. Turun 0,5 persen bila dibandingkan dengan tahun 2023 yang menembus 21,3 persen.
Namun dari 15 kabupaten/kota di Sulut, sesuai data akhir tahun lalu terdapat sejumlah daerah yang alami kenaikan prevalensi stunting. Yakni Kabupaten Sangihe, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Minahasa Utara, Kota Bitung, Kota Tomohon dan Kota Kotamobagu. Sementara sisanya menurun.
“Penurunan prevalensi stunting terbesar ada di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan sebesar 9,4 persen dankenaikan prevalensi stunting terbesar dialami Kabupaten Minahasa Utara 8 persen,” ungkap Kakanwil Kemendukbangga yang juga perwakilan BKKBN Provinsi Sulut Jeanny Youla Winokan ketika memberikan pemaparan pada Rapat Koordinasi, Evaluasi dan Penyusunan Laporan Aksi Konvergensi Percepatan Pencegahan Penurunan Stunting Semester I (Periode Januari-Juni) Provinsi Sulut Tahun 2025 di Hotel Gran Puri Manado, Kamis (31/7/2025).
BERIKUT DATA PREVALENSI STUNTING DI SULUT:
Olehnya, ia mengharapkan pemerintah daerah memperhatikan masalah stunting ini. Lewat konvergensi layanan. Di mana, perlu adanya koordinasi dan intergrasi.
“Ini untuk memastikan semua pihak yang terlibat, baik dari pemerintah pusat, daerah, maupun pihak swasta, bekerja sama dan berkoordinasi dalam memberikan intervensi yang terpadu,” tuturnya.
Selain itu, lanjut dia, perkuat Penyediaan Layanan Komprehensif. Konvergensi layanan ini mencakup berbagai aspek, termasuk kesehatan, gizi, sanitasi, pendidikan, danperlindungan sosial.
“Tujuannya adalah memenuhi kebutuhan gizi anak sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun, serta menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan danperkembangan anak,” terangnya.
Selanjutnya, Pendekatan Berbasis Data. “Pengambilan keputusan dan perencanaan program didasarkan pada data dan informasi yang akurat mengenaiprevalensi stunting dan faktor-faktor penyebabnya.
“Ada juga lewat Penguatan Kapasitas, Pengambilan keputusan dan perencanaan program didasarkan pada data dan informasi yang akurat mengenai prevalensistunting dan faktor-faktor penyebabnya,” tukasnya.
Ia menegaskan untuk kelompok percepatan penurunan stunting yakni Ibu Hamil, Ibu Menyusui, Ibu Nifas, Balita 24-59 bulan, Baduta 0-23 bulan, remaja putri, calon pengantin hingga keluarga dan masyarakat.














