MITRA- Jurnalis Independen Minahasa Tenggara (JIM Mitra) mendesak Bupati James Sumendap untuk mencopot kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemeritah Desa (BPMPD) Bernard Mokosandib dari jabatannya.Desakan ini disampaikan dalam aksi demo yang dilakukan dikantor bupati Mitra Senin 17/2.
Ketua JIM Marvel Pandaleke yang sekaligus koordinator lapangan, dalam orasinya disampaikan pernyataan sikap sekaligus tuntutan kepada Bupati Mitra James Sumendap. Salah satunya yang disampaikan Pandaleke yakni meminta Bupati Mitra untuk meminta maaf kepada seluruh Jurnalis Indonesia atas tindakan oknum pejabat Mitra.
” Kami jurnalis merasa dilecehkan oleh oknum Kepala BPMPD atas tindakan penganiayaan terhadap rekan kami. Kami meminta bupati untuk mencopot yang bersangkutan dari jabatannya dan meminta maaf kepada semua Jurnalis Indonesia,” kata Pandaleke sembari diikuti dengan yel semangat dari anggota JIM lainnya.
Selain itu dalam orasi ini, JIM Mitra menegaskan bahwa sejauh ini jurnalis yang melakukan peliputan dikabupaten Mitra, telah sesuai dengan etika jurnalis. Demikian halnya dengan pemberitaan Susanto Amisan yang diduga menjadi pemicu dugaan penganiayaan oknum pejabat.
“Tindakan kekerasan kepala BPMPD Mitra terhadap salah satu wartawan merupakan tindakan melanggar hukum yang tidak dapat diterima oleh siapapun. Kami meminta pernyataan Bupati yang menegaskan bahwa tindakan Kepala BPMPD keliru dan tidak menghormati hak-hak jurnalistik sebagaimana yang diatur UU 40 tahun 99 tentang pers,” kata Pandaleke.
Sementara Bupati James sumendap didampingi Wakil Bupati Ronald Kandoli serta sekretaris Daerah Adrianus Tinungki yang menerima beserta jajaran pejabat lainnya, saat menyambut aksi demo, mengatakan siap menindak lanjuti tuntutan yang disampaikan. Diakui tindakan yang dilakukan bawahannya (Mokosandib) adalah tindakan yang tidak seharusnya dilakukan seorang pejabat negara.
” Saya berjanji dihadapan teman-teman wartawan dan disaksikan para pejabat di jajaran pemkab Mitra yang hadir,akan menindaklanjuti tuntutan teman-teman wartawan. Sejauh ini saya tidak pernah bermasalah dengan wartawan dan saya orang yang paling menghargai profesi wartawan. Jadi atas kejadian ini saya sangat menyesalkan,” kata Sumendap.
Selanjutnya usai diterima bupati, aksi demo dilanjutkan ke kantor DPRD Mitra dan diterima langsung oleh Ketua DPRD Tonny Lasut, Wakil Ketua Katrin Mokodaser anggota DPRD, Felmy Peleng, Deki Tolu, Meldy Untu, Jamiah Paputungan. Dalam orasi, JIM memintakan pihak legislatif untuk melakukan hearing sekaligus merekomendasikan ke Bupati untuk mengevaluasi kinerja Kepala BPMPD.
Menanggapi hal ini Ketua DPRD Tonny Lasut mengatakan bahwa pernyataan sikap serta tuntutan JIM akan ditindaklanjuti sesuai kewenangan DPRD. ” Awalnya juga lewat rapat Banmus, kita (DPRD) sudah mengagendakan untuk melakukan hearing. Dan sesuai kewenangan DPRD kami akan melakukan konfirmasi kepada yang bersangkutan dan akan memberikan rekomendasi sesuai hasil hearing,” kata Lasut.
Tak hanya sampai disitu, JIM pun melanjutkan aksi di Kantor Polisi Sektor Urban Ratahan dan memintakan pihak kepolisian untuk mengusut tuntas dugaan kasus penganiayaan wartawan.
Kapolsek Urban Ratahan, Kompol H Manoso menerima langsung aksi ini, mengatakan siap menindak lanjuti persoalan ini. ” Kami harapkan juga bagi pelapor (Susanto) agar proaktif. Kalau tidak ada halangan, besok kita jadwalkan meminta keterangan pejabat terlapor (Mokosandib), Kata Manoso sembari memastikan kejadian tersebut sudah dilaporkan ke Kapolres Minsel AKBP Is Krisatian SIK. (Alfian Tompunu)




















