Ketua DPRD Minut Siap Biayai Kawin Masal

Klabat – Bersama Anggota DPRD Minut lainnya, Ketua DPRD Minahasa Utara (Minut), Denny Kamlon Lolong (DKL) memenuhi agenda Reses Masa Persedingan III tahun sidang IV tahun 2023 DPRD Minahasa Utara di kampung halammya, yaitu Desa Suwaan Kecamatan Kalawat, Selasa (22/8/2023).

Ketua DPRD Minut Denny Kamlon Lolong (DKL), seperti anggota DPR lainnya, membuka penyampaian masyarakat dalam reses-nya dengan beberapa aspirasi.

Warga Suwaan, Deny Palanewin, usul waduk yang ada di Suwaan dijadikan Destinasi wisata 2024 nanti.

“Namun yang pertama dibenahiadalah inftastruktur jalan, soalnya jalan ke waduk ini dalam kondisi rusak,” katanya.

Sedangkan Jhoni Kumentas, mengeluhkan tentang lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Suwaan.

Adik kandung mantan Sekda Sangihe Welly Kumentas dalam esempatan ini juga mengingatkan kembali melalui ibu Kumtua apakah membentuk panitia tentang itu.

“Begitu juga tentang usul saya untuk diadakan kawin masal, mengingat angka kumpul kebo di Minut cukup tinggi. Sedangkan saya lihat di Suwaan ini masih banyak warga yang kumpul Kobo,” pinta Kumentas.

Menanggapi waduk yang diusulkan sebagai target ekowisata Desa Suwaan, menurut DKL, itu sangat baik. Tapi persoalannya, pertama mengenai jalan. Itu harus ada persetujuan dari pemilik lahan.

“Semua jalan yang akan dilalui ini adalah kewenangan pemerintah desa. Dan jalan desa yang ada masih butuh pelebaran. Perlu saya sampaikan, tidak ada perggantian ganti untung untuk tanah yang kena proyek jalan.

Malah wilayah Kecamatan Kelawat, bila boleh adakan jadwal pembersihan di sekitar waduk. Ini sudah menjadi tanggungjawab warga Kelawat maupun Aermadidi.

Jadi kesimpulannya, untuk destinasi wisata, panjang prosesnya,” jelas DKL yang pernah dua kali menjadi Hukumtua definitif Desa Suwaan itu.

Mengenai lahan kubur, menurut Lolong, masih banyak masyarakat pertanyakan iuran lahan kubur. Kesadaran masyarakat untuk biaya pembebasan lahan belum mendukung, sehingga panitia yang dibentuk saat itu, dibubarkan.

“Nah, kalau tentang kawin masal, silahkan Kumtua buat program. Untuk berurusan dengan Capil, biayanya saya yang tanggung. Sementara untuk pertanian, Kita tetap berupaya supaya pertanian di Suwaan maju,” pungkas politisi tangguh ini.(FerdinandRanti)

Tinggalkan Balasan

News Feed