
Manado – DR Theo Setijadi, ahli ekstrak buah atau pakar antioksidan memberikan seminar di Kota Manado, tepatnya Hotel Aryaduta, Sabtu 2 November 2013. Seminar yang mengusung tema “be healthy, get wealthy dan lifestyle itu merupakan seminar yang dilakukan oleh Soho Group, terutama mengenai produk mereka yang bernama Magozai.
DR Theo Setijadi, tak lain konsultan Soho Group menjelaskan mengenai Magozai. Menurutnya Magozai adalah penangkal optimal terhadap radikal bebas yang merusak tubuh manusia. Dirinya menemukan Magozai karena merupakan anugerah dari Tuhan.
“Magozai dapat membantu memelihara daya tahan tubuh, dengan kombinasi dari 3 macam buah utama yaitu manggis, goji dan acai yang di campurankan cranberry, wortel, bit dan ekstrak biji anggur merah. Dengan mengkonsumsi Margozai akan ada efeknya yaitu awet muda, menjaga kondisi tubuh serta memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak,” jelasnya.
Thep bercerita awal dimana formula Magozai dia temukan pada tahun 2004. “Ini berawal dari penyakit insomnia istrinya yang tidak dapat tidur selama hampir 5 bulan dan setelah saya membuat ramuan dari kulit manggis untuk diminum istri saya, ternyata berkhasiat luar biasa kerena istri saya bisa tidur pulas,” ucap Theo sembari menjelaskan mengenai radikal bebas yang menjadi momok pada manusia.
“Radikal bebas itu yang akhirnya dapat menyebabkan terjadinya kerusakan sel dan jaringan pada tubuh. Radikal bebas dapat dihasilkan dari hasil metabolisme tubuh, sel-sel memproduksi radikal bebas untuk menetralkan virus dan bakteri yang masuk kedalam tubuh. Faktor eksternal dapat meningkatkan penyakit,” katanya.
“Contoh penyakit-penyakit yang sering dihubungkan dengan radikal bebas adalah serangan jantung, kanker katarak, kerusakan hati, penuaan dini,” terangnya.
Sehingga, penangkal radikal bebas kita membutuhkan antioksidan. “Magozai adalah minuman antioksidan terkuat yang beredar saat ini di pasaran di Benua Australia dan Indonesia, diproduksi oleh PT Soho Industri Farmasi, di bawah lisensi dari mega antioxsidans, Sydney, Australia,” jelasnya lagi, dan menambahkan tubuh manusia dapat menetralisir radikal bebas, hanya saja bila jumlahnya berlebihan, maka kemampuan untuk menetralisirkannya akan semakin berkurang. Merokok, misalnya adalah kegiatan yang secara sengaja memasukan berbagai jenis zat berbahaya yang dapat meningkatkan jumlah radikal ke dalam tubuh.
Lanjutnya antioksidan melawan dengan cara menyumbang elektron kepada radikalbebas, menetralkan mereka dan menghentikan reaksi berantai radikal bebas. Kemudian antioksidan ini akan bekerja pada sel-sel yang rusak akibat serangan radikal bebas, memperbaiki, dan bahkan memulihkan sel-sel tersebut agar kesehatan kembali optimal.
Radikal bebas yang mengambil elektron dari sel tubuh manusia dapat menyebabkan perubahan struktur dna sehingga terjadi mutasi. Bila perubahan DNA ini terjadi bertahun-tahun, maka dapat menjadi penyakit kanker.
Keseimbangan antara antioksidan dan radikal bebas menjadi kunci utama pencegahan stress oksidatif dan penyakit-penyakit kronis yang dihasilkannya.
Ia berkata proses penuaan pada umumnya semua sel jaringan organ tubuh dapat menangkal serangan radikal bebas karena di dalam sel terdapat sejenis enzim khusus yang mampu melawannya, selagi usia masih muda.
“Manusia secara alami mengalami degradasi atau kemunduran seiring dengan peningkatan usia, akibatnya pemusnahan radikal bebas tidak dapat terpenuhi dengan baik, maka kerusakan jaringan terjadisecara perlahan-lahan,” ujar Theo.
Setiap 750 ml magozai mengandung: manggis (garcinia mangostana pericarpium) ekstrak kulit buahnya 2.3 g, setara dengan 288 g kulit buah manggis segar. Zat aktif utama dalam kulit buah manggis adalah xanthone, antioxidan yang kuat sekali.
DR Theo menuturkan hasil riset bermanfaat untuk melawan berbagai macam kondisi kesehatan, termasuk alergi, infeksi mikroba, jamur dan virus, hiper kolesterol, inflamasi, kelainan kulit, kelainan seluran pencernaan, anti kanker, insomnia, stress, depresi, anti-angin dan menambah energi.
Pada seminar itu pula dihadirkan dua orang yang berhasil sembuh dari penyakit mereka, yakni
Sherly satu diantara konsumen pemakai Magozai memberikan kesaksian telah mengkonsumsi 3 botol Magzai dengan
penyakit pendarahan dan saat ini Ia telah merasa lebih baik dan fit setiap bangun tidur. “Magozai telah menyembuhkan sakit yang saya derita tanpa pengobatan yang lebih mahal di rumah sakit,” ungkapnya.
Demikian pula diungkapkan Merlin, satu diantara peserta yang mengalami kanker jinak berupa benjolan dan setelah mengkomsumsi selama 2 minggu 1 botol magozai dan sakit berangsur-angsur sembuh.
Para undangan yang hadir ada dari kalangan masyarakat umum dan beberapa dokter. Setelah selesai materi dari DR. Theo panitia pelaksana membagikan hadiah dan undian kepada peserta yang mampu menjawab pertanyaan dari panitia.(veb)


























