Manado- Petani di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) semakin tidak sejahtera menyusul Nilai Tukar Petani (NTP) di bulan Oktober 2013 masih berada di bawah angka 100.
“NTP di bawah angka 100 ini menandakan petani di Sulut belum sejahtera,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Faizal Anwar.
Anwar mengatakan tercatat NTP di bulan Agustus 99.93, di bulan September 98.96 dan di bulan Oktober 99.20.
“Meski mengalami peningkatan dari bulan september ke Oktober sebesar 0,25 persen namun tetap petani Sulut belum sejahtera,” katanya.
Disis lain pula, katanya rasio NTP secara tahun kalender masih mengalami penurunan di bulan Oktober sebesar 1,82 persen dan rasio YoY juga turun sebesar 2,05 persen.
“NTP sebesar 99.20 tersebut menandakan indeks harga yang diterima petani lebih kecil ketimbang indeks harga yang dibayar,” jelasnya.
Hal ini, katanya menandakan bahwa petani tidak mengalami keuntungan bahkan merugi.
Dari kelima sub sektor yang dipantau BPS hanya subsektor tanaman perkebunan rakyat yang di atas angka 100 yakni 104.24 sedangkan NTP terendah masih sektor perikanan yakni sebesar 95.92.
Jhon Warouw, petani asal Minahasa mengatakan panen kali ini memang sangat tidak memuaskan.
“Tanaman padi banyak yang diserang hama tikus sehingga hasilnya sangat sedikit, bahkan modal tidak kembali,” katanya.
Pihaknya berharap pemerintah harus memberikan perhatian khusus terhadap kesejahteraan petani.(Nancy Tigauw)




















