Manado- Kegiatan impor Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada November 2013 naik 263,53 persen. Berdasarkan data yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, nilai impor selang November 2013 mencapai US$ 11,59 juta. Di bulan sebelumnya hanya US$ 3,44 juta. “Namun, angka ini masih sementara, atas dasar Cost, Insurance and Freight (CIF),” kata Kepala BPS Sulut, Faizal Anwar. Secara kumulatif hingga November 2013 bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, terjadi penurunan nilai impor sebesar 14,07 persen atau turun dari US$ 118,47 juta pada 2012 menjadi US$ 101,80 juta.
Menurut Anwar, selama November 2013, impor seluruh golongan barang utama mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya, kecuali pupuk yang mengalami penurunan sebesar US$ 0,23 juta dan benda-benda dari besi baja yang meningkat sebesar US$ 0,02 juta. “Peningkatan terbesar terjadi pada produk mesin-mesin/pesawat mekanik, yakni sebesar US$ 4,02 juta, bahan bakar mineral sebesar US$ 1,90 juta, kapal laut sebesar US$ 1,16 juta dan lima golongan barang utama lainnya dengan peningkatan masing-masing kurang dari US$ 0,55 juta,” ujarnya.
Sementara dari total nilai impor Sulut bulan November 2013 lalu yang mencapai US$ 11,59 juta, didominasi negara Australia, sebesar US$ 4,95 juta atau 42,73 persen. “Kemudian dari Singapura US$ 2,25 juta atau 19,46 persen, US$ 1,90 juta dari Cina atau 16,42 persen.(nancy)




















